Aktris Nova Eliza membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ia mengeluhkan sistem penawaran harga taksi yang dinilainya membingungkan dan tidak tertib, serta tidak sesuai dengan kondisi lalu lintas sebenarnya.
Pengalaman di Bandara Bali
Kejadian tersebut dialami Nova pada Desember lalu ketika ia melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bali. Setibanya di bandara, Nova mengaku dikerubungi oleh sejumlah pihak yang menawarkan jasa taksi resmi. Namun, setiap penawaran datang dengan harga yang berbeda dan terbilang tinggi.
“Tawaran pertama itu Rp 400 ribu, yang kedua Rp 600 ribu, yang ketiga Rp 800 ribu. Jadi agak membingungkan saja,” ungkap Nova Eliza kepada awak media di Studio Pagi-Pagi Ambyar TransTV, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/1/2026).
Nova merasa terganggu karena tidak adanya standar harga yang pasti, terutama mengingat jarak tempuh dari bandara ke tujuannya di area Seminyak dan Berawa tidak terlalu jauh.
Kondisi Lalu Lintas yang Dipertanyakan
Para penyedia jasa transportasi tersebut berdalih bahwa tingginya tarif disebabkan oleh kondisi lalu lintas yang macet total. Namun, Nova menemukan fakta yang berbeda saat ia sudah berada di jalan.
“Tidak semacet seperti yang dibicarakan. Keluar dari bandara ke Seminyak, ke Sunset Road sih nggak macet sama sekali,” jelas ibu satu anak tersebut.
Harapan untuk Perbaikan Layanan
Sebagai seorang figur publik dan wisatawan, Nova Eliza berharap adanya pembenahan pada layanan transportasi di bandara agar lebih tertib. Ia menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan penumpang melalui tarif resmi yang sudah ditetapkan, bukan sistem tawar-menawar yang dinilainya ‘menembak’ harga sembarangan.
“Rasanya kan lebih nyaman aja gitu kalau misalnya memang itu official dari bandara. Penginnya kita kan lebih tertib saja, jadi nggak ada yang nawarin dari murah ke mahal,” pungkasnya.






