Berita

Jelang Nataru, 32 Ribu Penumpang dan 7 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Sumatera dari Banten

Advertisement

CILEGON – Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), aktivitas penyeberangan dari tiga pelabuhan di Banten menuju Sumatera terpantau mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera selama 24 jam pada periode 22 Desember 2025, tepatnya H-3 Nataru.

Jumlah pergerakan ini masih relatif terkendali menjelang lonjakan arus yang diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) selaku regulator dan operator kapal.

“Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal untuk memastikan pengaturan jadwal dan operasional kapal berjalan optimal sesuai kebutuhan lalu lintas penyeberangan. Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan sudah bertiket sebelum berangkat, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).

Operasional Kapal dan Penurunan Angka

Pada H-3 Nataru, sebanyak 117 trip kapal beroperasi dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Meskipun jumlah penumpang dan kendaraan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Jumlah penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 32.533 orang, turun 26,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 44.358 orang. Realisasi kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9%), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8%), truk 2.197 unit (turun 30,9%), dan bus 390 unit (turun 12,6%). Total kendaraan mencapai 7.131 unit, turun 31,2% dibandingkan tahun lalu.

Advertisement

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 271.994 orang atau turun 0,4%, dan kendaraan 64.360 unit atau turun 3,5%.

Antisipasi Kepadatan dan Imbauan Keselamatan

Heru Widodo menambahkan, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung untuk mendukung kelancaran penyeberangan. “Pada kondisi normal, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan, dan saat kepadatan meningkat dilakukan penyesuaian jumlah kapal yang beroperasi dengan kapasitas layanan hingga sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari, guna menekan potensi antrean di pelabuhan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama kepolisian menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone, seperti Rest Area KM 43 dan KM 68. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan.

ASDP juga mengingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. “ASDP turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. Pengguna jasa diimbau untuk mengikuti arahan petugas, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan waktu perjalanan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Advertisement