Upaya konkret untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap realisasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan kesiapannya membangun jalur penyelamatan khusus bagi kendaraan besar yang mengalami rem blong.
Tindak Lanjut Aspirasi Daerah
Pembangunan jalur penyelamatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi Bupati Tanah Datar dan pemerintah daerah setempat. Tujuannya adalah untuk mengurangi kecelakaan berat yang kerap melibatkan truk di ruas jalan yang rawan tersebut. Jalur ini dirancang sebagai area evakuasi darurat agar kendaraan yang mengalami masalah teknis tidak sampai memasuki permukiman penduduk atau jalur yang padat lalu lintas.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menjelaskan bahwa jalur penyelamatan ini secara spesifik diperuntukkan bagi kendaraan besar, terutama truk yang mengalami rem blong. “Jalur ini memang diperuntukkan bagi kendaraan besar, terutama truk yang mengalami rem blong, agar ada ruang aman untuk menghentikan laju kendaraan dan menyelamatkan pengemudi serta pengguna jalan lainnya,” ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Koordinasi Lahan dan Dukungan Penuh
Andre Rosiade menambahkan bahwa jalur penyelamatan tersebut akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia berencana mengundang Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, ke Sumatera Barat untuk bertemu dengan Gubernur dan Bupati Tanah Datar. Pertemuan ini bertujuan membahas mekanisme pemanfaatan lahan agar proyek pembangunan dapat segera dimulai.
“Insyaallah dalam satu sampai dua minggu ke depan kita duduk bersama. Targetnya jelas, supaya tidak ada lagi hambatan administratif dan proyek ini bisa segera dieksekusi,” tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap proyek yang dinilai mendesak ini. Menteri Pekerjaan Umum, Dтация Hanggodo, telah menyetujui anggaran untuk pembangunan jalur penyelamatan. Ia menilai proyek ini sangat krusial demi keselamatan publik.
“Menteri PU sudah melihat langsung data tingginya angka kecelakaan di jalur itu. Beliau meminta semua pihak memberikan dukungan agar persoalan ini segera dituntaskan,” kata Andre.
Proyek Infrastruktur Lain Dibahas
Selain jalur penyelamatan Panyalaian, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan Flyover Padang Luar. Sekitar 26 persen lahan yang dibutuhkan untuk proyek flyover tersebut merupakan aset PT KAI. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lancar.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR dan DPR RI, terhadap keselamatan infrastruktur jalan di wilayahnya. Ia menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk mendukung penuh dari sisi koordinasi dan perizinan agar proyek segera terealisasi.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Andre Rosiade dan Menteri PUPR. Ia menyoroti bahwa jalur Panyalaian telah lama menjadi perhatian karena sering memakan korban jiwa.
“Ini adalah harapan besar masyarakat Tanah Datar. Kami berterima kasih atas perhatian dan komitmen Andre Rosiade serta Menteri PU. Semoga jalur penyelamatan ini segera terwujud dan benar-benar menyelamatkan nyawa,” ujar Eka Putra.
Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan sinergi antarlembaga, pembangunan jalur penyelamatan di Panyalaian diharapkan dapat secara signifikan menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan transportasi di Sumatera Barat.






