Berita

Khamenei Tuding AS-Israel Dalang Demo Ricuh Iran, Ribuan Tewas

Advertisement

Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai dalang di balik kericuhan demonstrasi yang menewaskan ribuan orang di negaranya. Protes anti-pemerintah yang berlangsung selama beberapa minggu ini dilaporkan menimbulkan kerusakan besar.

Tudingan Keterlibatan Asing

“Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu,” ujar Khamenei seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu (18/1/2026). Ia secara tegas menuduh kedua negara tersebut terlibat langsung dalam kekerasan yang terjadi.

Khamenei juga melontarkan kecaman terhadap Presiden AS Donald Trump, menyebutnya sebagai ‘kriminal’. “Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda karena presiden AS secara pribadi terlibat,” katanya. Otoritas Iran semakin gencar menuding kekuatan asing, khususnya Israel dan AS, sebagai pemicu ketidakstabilan dan pengarah operasi di lapangan.

Ancaman Konsekuensi

Meskipun Iran berupaya menghindari eskalasi konflik di luar perbatasannya, Khamenei memperingatkan bahwa pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensi. “Kita tidak akan menyeret negara ini ke dalam perang, tetapi kita tidak akan membiarkan penjahat domestik atau internasional lolos tanpa hukuman,” tegasnya.

Pernyataan Khamenei ini menegaskan kembali posisi Iran yang telah lama dipegang, namun kali ini ia menuding keterlibatan AS lebih dalam dibandingkan kerusuhan sebelumnya. Hingga kini, belum ada jumlah korban jiwa yang dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Iran. Namun, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, melaporkan setidaknya 3.000 orang tewas dalam protes tersebut.

Advertisement

Pejabat Iran sendiri secara terbuka mengakui ratusan kematian, termasuk dari kalangan pasukan keamanan. Klaim Khamenei mengenai korban jiwa mencapai ribuan ini merupakan kali pertama diungkapkan oleh otoritas tertinggi negara tersebut. Selain itu, sekitar 3.000 orang dilaporkan telah ditangkap terkait demonstrasi ini.

Narasi Resmi Protes

Khamenei juga menuduh para pengunjuk rasa melakukan perusakan yang meluas. Menurut narasi resmi Iran, protes awalnya dimulai secara damai pada 28 Desember 2025 di beberapa kota, dipicu oleh kenaikan harga dan kesulitan ekonomi. Para pejabat Iran mengklaim bahwa para pelaku demo ‘dilengkapi, dibiayai, dan dilatih’ oleh aktor asing, dengan Trump disebut berada ‘di pusat konspirasi’.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan pada Sabtu (17/1/2026) bahwa pihak berwenang telah memulihkan layanan pesan singkat (SMS) di seluruh negeri. Pemulihan layanan ini merupakan bagian dari rencana bertahap setelah delapan hari internet dimatikan di Iran.

Simak juga Video: Araqchi: AS-Israel Terlibat Aksi Terorisme di Iran! [Gambas:Video 20detik]

Advertisement