Sepakbola

Lilian Thuram Kecam Jose Mourinho: Pernyataan Anda Picik dan Rasis!

Advertisement

Legenda sepak bola Prancis, Lilian Thuram, melontarkan kritik tajam terhadap manajer Benfica, Jose Mourinho, terkait insiden dugaan rasial yang melibatkan Vinicius Junior. Mourinho sebelumnya menyatakan bahwa Vinicius Junior mungkin bersalah karena dianggap memprovokasi dalam pertandingan melawan Benfica.

Thuram: Mourinho Menjadi Picik dan Rasis

Insiden ini bermula saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica di Estadio da Luz dalam leg pertama play-off 16 besar Liga Champions pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut dimenangkan Real Madrid dengan skor 1-0 berkat gol Vinicius Junior di menit ke-50.

Selebrasi gol Vinicius Junior dilaporkan memicu kemarahan pemain dan pendukung Benfica. Gianluca Prestianni, pemain Benfica, disebut-sebut melakukan hinaan bernada rasial dengan menyebut Vinicius Junior sebagai ‘monyet’ sambil menutup mulutnya dengan jersey. Namun, Jose Mourinho justru menyalahkan Vinicius Junior atas kejadian tersebut, mengklaim bahwa pemain asal Brasil itu seringkali memancing provokasi.

Menanggapi pernyataan Mourinho, Lilian Thuram, yang pernah membela Barcelona, menyatakan kekecewaannya. Menurut Thuram, pandangan Mourinho menunjukkan ketidakmampuan untuk berempati dan justru melanggengkan rasisme.

“Mourinho menyampaikan bahwa Vinicius mungkin bersalah, bahwa dia sendiri yang menyebabkan ini. Ini sungguh kekerasan. Perasaan superioritas yang dimiliki sebagian orang kulit putih mencegah mereka untuk menempatkan diri mereka pada posisi korban. Sedikit lebih banyak kerendahan hati dibutuhkan,” ujar Thuram kepada L’Equipe.

Kritik atas Sikap Mourinho

Thuram melanjutkan kritiknya, mempertanyakan bagaimana Mourinho bisa mengabaikan kesaksian para pemain yang mengalami rasisme.

Advertisement

“Sedikit kerendahan hati dibutuhkan. Dan bagaimana Mourinho bisa mengabaikan apa yang dikatakan pemain? Apakah Vinicius dan Mbappe gila? Apakah orang kulit hitam paranoid, mengarang cerita? Sungguh menyedihkan bahwa Mourinho membuat seolah-olah Vinicius bertanggung jawab atas rasisme yang dialaminya,” tegas Thuram.

Lebih lanjut, Thuram menilai bahwa sikap Mourinho tersebut mencerminkan pandangan yang picik dan bias.

“Dengan melakukan itu, dia menjadi orang picik. Selama perilaku seperti ini terus berlanjut, kita tidak akan maju bersama dalam perjuangan ini, dan itu juga bagian dari sejarah rasisme. Mourinho tidak menganalisis tindakan rasis itu sebagai manusia, tetapi sebagai orang kulit putih,” pungkas Thuram.

Pernyataan Thuram ini menyoroti pentingnya empati dan pemahaman dalam memerangi rasisme di dunia sepak bola, serta mengkritik pandangan yang cenderung menyalahkan korban.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement