Jakarta – Kemunculan Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak Denada dan menggugat sang penyanyi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak, berbuntut panjang. Ressa Rizky Rossano menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp 7 miliar.
Sidang gugatan tersebut dilaporkan telah digelar beberapa kali dan saat ini masih dalam tahap mediasi. Denada sendiri belum terlihat menghadiri persidangan dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya. Hingga kini, pelantun ‘Gotaki’ itu juga belum memberikan klarifikasi langsung terkait isu yang beredar.
Menanggapi kehebohan yang terjadi, Risna Ories selaku perwakilan dari manajemen Denada akhirnya buka suara. Ia menyampaikan sikap manajemen terkait gugatan yang dilayangkan oleh Ressa Rizky Rossano.
Manajemen Prihatin, Anggap Ranah Keluarga
“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulis Risna Ories dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (12/1/2026).
Manajemen menegaskan bahwa situasi ini bukanlah hal yang mudah bagi Denada. Mereka juga berusaha memahami berbagai reaksi dan pertanyaan yang muncul di luar ranah dugaan penelantaran anak tersebut.
Lebih lanjut, Denada telah menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada tim pengacara yang ditunjuk. Risna Ories juga memohon pengertian publik untuk memberikan waktu dan ketenangan bagi Denada dalam menelaah perkara ini.
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna Ories.
Gugatan Materiil Rp 7 Miliar
Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Firdaus, menjelaskan bahwa tuntutan ganti rugi materiil sebesar Rp 7 miliar tersebut merupakan akumulasi dari berbagai biaya. Biaya tersebut meliputi biaya sekolah Ressa sejak SD hingga SMA, biaya saku, biaya pendidikan, dan biaya hidup selama ini.






