Berita

Menjelang Ramadan, Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Masjid Pascabencana Sumatera Utara

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menekankan pentingnya percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Fokus utama saat ini adalah sektor keagamaan, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang semakin dekat.

Percepatan Infrastruktur Keagamaan dan Perlengkapan Ibadah

Pratikno menjelaskan bahwa perbaikan masjid dan musala yang rusak akibat bencana menjadi kebutuhan mendesak. Fasilitas ibadah ini akan digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan selama Ramadan. “Percepatan infrastruktur di masjid-masjid yang rusak ya, musala dan lain-lain. Kemudian bantuan untuk perlengkapan ibadah. Jadi sekali lagi, menjelang bulan Ramadan apalagi, ini menjadi sangat mendesak,” ujar Pratikno dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Tradisi Meugang dan Dukungan Masyarakat Aceh

Ia menambahkan bahwa Aceh memiliki tradisi unik yang dirayakan menjelang Idul Fitri, yaitu Meugang, yang juga memiliki kaitan erat dengan persiapan menyambut Ramadan. Oleh karena itu, percepatan pembangunan tempat ibadah menjadi prioritas untuk mendukung masyarakat setempat. “Itu tradisi Meugang H-2 Ramadan dan H-2 Idul Fitri, begitu Pak Gub ya? Jadi itu juga sudah kita bicarakan bagaimana dukungan untuk masyarakat terdampak, terutama di Aceh yang punya tradisi kuat tradisi Meugang pada menjelang Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” jelasnya.

Advertisement

Prioritas Pembangunan dan Program Padat Karya

Pembangunan kembali masjid di daerah bencana menjadi bagian dari upaya percepatan penetapan lokasi (penlok) rekonstruksi. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan kembali sekolah yang rusak total. Program padat karya tunai (cash for work) di sektor pendidikan diusulkan untuk membantu mengembalikan likuiditas ekonomi masyarakat.

Pratikno juga menyoroti pentingnya pembangunan gedung pendidikan yang memenuhi standar struktur tahan gempa dan banjir, serta menghindari lokasi yang rawan bencana. “Jadi next, selain sektor pendidikan, kami di Kemenko PMK sebagai anggota juga mendorong pemulihan di sektor kesehatan, nanti Pak Menkes akan sampaikan,” tutupnya.

Advertisement