Berita

Pupuk Indonesia Gandeng Aljazair untuk Jamin Pasokan Fosfat, Harga Pupuk Bakal Lebih Murah

Advertisement

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Aljazair untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani antara Pupuk Indonesia dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, di Aljir, Selasa (20/1). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani.

Penguatan Hulu Industri Pupuk

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, yang turut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin pasokan pupuk. “Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2025).

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lakhal, dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, disaksikan langsung oleh Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair dan jajaran pimpinan Grup Sonarem.

Kajian dan Pengembangan Peluang Investasi

Kerja sama ini mencakup kajian mendalam dan pengembangan peluang pasokan fosfat dari Aljazair untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional. Selain itu, penjajakan investasi bersama di bidang penambangan dan pengolahan fosfat juga menjadi bagian dari kesepakatan. Fosfat merupakan bahan baku krusial dalam produksi pupuk, terutama pupuk fosfat, yang berperan vital dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sudaryono menekankan bahwa ketergantungan pada impor bahan baku selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya struktur biaya pupuk. Oleh karena itu, kemitraan jangka menengah dan panjang dengan negara produsen dinilai sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Dengan memperluas sumber bahan baku dan membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional, tetapi juga menjalankan amanat Presiden untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia,” jelas Sudaryono.

Advertisement

Studi Pendahuluan dan Nilai Tambah

Nota kesepahaman ini berlaku selama 18 bulan dan akan mencakup pelaksanaan studi pendahuluan bersama untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomi proyek. Pertukaran data dan pengembangan peluang kerja sama pada tahap awal industri pengolahan fosfat juga akan dilakukan. Diharapkan, hasil kerja sama ini mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

Sudaryono menambahkan bahwa kunjungan kerja ke Aljazair yang berlangsung pada 19-21 Januari ini merupakan bagian dari upaya pengamanan pasokan bahan baku pupuk. “Kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga menguasai sumbernya di negara asal dan mengembangkan industrinya. Dengan begitu, kita bisa menyediakan pupuk dengan kualitas yang lebih baik, volume yang cukup, dan harga yang bisa ditekan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia optimistis bahwa penguasaan sumber bahan baku ini akan memungkinkan pemerintah menekan harga pupuk lebih jauh di masa mendatang, melengkapi diskon harga pupuk yang saat ini telah diberikan hingga 20 persen. “Kalaupun sekarang pupuk sudah dikasih diskon 20 persen oleh Bapak Presiden, maka dengan kita menguasai sumber bahan baku pupuk ini diharapkan di masa-masa yang akan datang kita bisa memberikan pelayanan pupuk yang lebih baik secara volume cukup dan harganya bisa ditekan lagi,” ungkap Sudaryono.

Komitmen Pupuk Indonesia

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengamanan pasokan bahan baku pupuk. “Pupuk Indonesia terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan menjajaki kerja sama bersama mitra strategis dengan negara sahabat. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia,” tutup Rahmad.

Advertisement