Berita

Setahun Menjabat, Gubernur Banten Andra Soni Akui Siap Diterima Kritik Pedas

Advertisement

BANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni, menandai satu tahun masa jabatannya dengan refleksi mendalam mengenai tantangan yang dihadapi para pemimpin daerah. Dalam sebuah diskusi di Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) pada Kamis (19/1/2026), Andra menyatakan bahwa seorang kepala daerah harus memiliki mental baja dan siap menerima segala bentuk kritik, bahkan cacian.

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan

Andra Soni, yang dilantik setahun lalu, memaparkan berbagai program yang telah diinisiasi selama masa jabatannya. Salah satu program unggulan yang disorot adalah ‘Bangun Jalan Desa Sejahtera’ atau yang akrab disapa ‘Bang Andra’. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Banten telah mengintervensi pembangunan jalan di 61 titik desa.

Meskipun menyadari bahwa program ambisius ini tidak mungkin terselesaikan sepenuhnya dalam satu periode kepemimpinan lima tahun, Andra menegaskan pentingnya membangun fondasi yang kuat. “Apa yang saat ini dilakukan, setidaknya diselesaikan satu per satu. Mungkin tidak selesai dalam satu periode, tapi setidaknya kita membangun pondasi dan berada di jalan yang benar dalam membangun infrastruktur desa,” ujarnya dalam forum tersebut.

Siap Diterima Kritik dan Saran

Gubernur Banten itu juga mengakui bahwa setiap kebijakan yang diambil pasti akan menuai beragam reaksi. Tidak semua pihak dapat terpuaskan, dan kritik adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika pemerintahan.

Advertisement

“Jadi kepala daerah itu harus siap dicaci dan dimaki. Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita,” tegas Andra, menekankan bahwa masukan negatif sekalipun merupakan indikator adanya harapan dari masyarakat.

Di akhir sesi diskusi, Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada para akademisi Untirta atas pandangan dan masukan yang telah diberikan. “Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas masukan dan saran independen dari Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” tutupnya.

Advertisement