Berita

Soroti Pinisi Tenggelam, Komisi V DPR Mendesak Kemenhub Perketat SOP Keselamatan

Advertisement

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti aspek keselamatan kapal pinisi menyusul insiden tragis yang menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, beserta dua anaknya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa kapal pinisi pada dasarnya tidak dirancang untuk mengangkut penumpang.

Pernyataan tersebut disampaikan Lasarus dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Rapat yang membahas evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2026 ini digelar di ruang rapat Komisi V DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/1/2026).

Lasarus mengungkapkan bahwa insiden kecelakaan kapal pinisi di Labuan Bajo telah menarik perhatian luas, bahkan hingga ke kancah internasional. “Saya coba diskusi, saya kalau bicara soal kapal ini Pak, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono ini, Pak KNKT ini. Kapal Phinisi ini sedianya kan bukan untuk angkut orang Pak, ini kan untuk angkut barang,” ujar Lasarus.

Ia menjelaskan lebih lanjut, “Maka lambungnya itu kosong Pak. Ketika lambungnya kosong, atasnya berat, pasti dia gampang oleng. Harusnya kan lambungnya diisi.”

Menyikapi hal tersebut, Lasarus mempertanyakan efektivitas proses ramp check dan kelaikan kapal pinisi, mengingat kecelakaan tersebut telah merenggut korban jiwa. “Ini sistem pengawasan kapal pinisi ini bagaimana ini? Ramp check-nya, kemudian kelaikan berlayarnya, dan seterusnya. Apakah sama dengan kapal-kapal pada umumnya? Karena ini juga menyangkut nyawa orang, angkut orang dan juga angkut barang,” tanyanya.

Advertisement

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa insiden di Labuan Bajo menjadi sorotan dunia karena melibatkan figur internasional. Hal ini, menurutnya, berpotensi merusak citra Indonesia dalam menjamin keselamatan wisatawan. “Apalagi kejadian yang di Labuan Bajo ini, salah satu figur yang dikenal oleh dunia Pak, pelatih sepak bola Valencia, sehingga dunia memperhatikan ke kita semua seperti apa standar keselamatan kita, dalam rangka kita mengawal seluruh wisatawan yang datang ke tempat kita, apapun moda transportasinya, termasuk kapal pinisi ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Lasarus mendesak Kementerian Perhubungan untuk memberikan perhatian lebih pada kelaikan kapal pinisi serta memperketat standar keamanan pelayaran. “Jadi ini menurut saya harus ada protap yang jelas ini Pak Menteri, karena sedianya kapal ini dulunya bukan untuk angkut orang Pak,” tegasnya.

Secara teknis, Lasarus memaparkan bahwa kapal dengan beban berat di bagian atas dan lambung yang kosong memiliki risiko tinggi terbalik ketika menghadapi gelombang. Ia menambahkan bahwa idealnya, lambung kapal diisi atau dipadatkan untuk menjaga keseimbangan. “Kalau pun angkut orang, lambungnya itu dipadatkan dulu barang, sehingga kapal ini tidak oleng di atas Pak. Kalau sekarang kan kapal pinisi tingkat-tingkat Pak, bawahnya kosong, berat di atas. Lambungnya, ini salah satu analisa Pak KNKT ini menyampaikan kepada kami ya, sehingga ketika ada gelombang kalau dia berat di atas logikanya paling gampang dia terbalik,” terangnya.

Lasarus berharap agar tidak ada lagi insiden serupa di masa mendatang. “Ini menurut saya sebelum saya kelewat, ini harus ada SOP yang jelas Pak terkait kapal Phinisi ini, sehingga nanti kapal pinisi yang semakin hari semakin banyak, bertambah sesuai dengan permintaan masyarakat yang ingin menggunakannya, baik untuk angkutan barang maupun angkutan orang,” tuturnya. Ia menambahkan, “Saya pikir ini perlu mendapat perhatian sehingga ada perlu standar operasional prosedur yang jelas yang ditetapkan oleh regulator, yaitu dari Kementerian Perhubungan.”

Advertisement