Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara – Aktivitas vulkanik Gunung Api Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dilaporkan meningkat, mendorong Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan statusnya menjadi Level II atau Waspada. Peningkatan status ini disertai imbauan kepada masyarakat dan wisatawan untuk menjaga jarak aman dari area berbahaya.
Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Berdasarkan pengamatan pada periode 25 Januari 2026, kondisi Gunung Karangetang secara umum dilaporkan cerah berawan dengan hembusan angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur. Secara visual, gunung api ini diselimuti kabut dengan ketinggian bervariasi antara 0-III. Asap kawah teramati keluar dari puncak dengan tekanan sedang hingga kuat, berwarna putih, berintensitas sedang hingga tebal, dan membubung setinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Selain itu, teramati pula asap kawah kedua berwarna putih dengan tekanan sedang, sekitar 25-50 meter. Suara gemuruh lemah hingga kuat sering terdengar, terkadang disertai asap keabuan tipis dengan tekanan asap agak kuat mencapai 50-100 meter.
Rekomendasi PVMBG
Laporan dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang yang diterima pada Senin (26/1/2026) menyatakan, “Gempa vulkanik cenderung meningkat. Gunung Karangetang Level II (Waspada).”
Sehubungan dengan tingkat aktivitas tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat dan pengunjung. Mereka diimbau untuk tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya. Zona bahaya ini mencakup radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan), serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan selatan sejauh 2,5 kilometer.






