Barcelona – Kiper veteran Marc-Andre ter Stegen mengakui keputusannya untuk meninggalkan Barcelona, meskipun hanya berstatus pinjaman, merupakan momen yang sangat emosional baginya. Ter Stegen, 33 tahun, akan membela Girona hingga akhir musim setelah tidak lagi menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Blaugrana.
Momen Perpisahan yang Emosional
Ini menandai kali kedua Ter Stegen berganti klub sepanjang kariernya. Kiper asal Jerman itu mengungkapkan betapa sulitnya berpisah dengan Barcelona, klub yang telah dibelanya selama 11,5 tahun. Menurut laporan Mundo Deportivo, Ter Stegen sempat berpamitan kepada rekan-rekannya di pusat latihan Barcelona sebelum tim terbang ke Praha untuk menghadapi pertandingan Liga Champions. Momen perpisahan tersebut dilaporkan diwarnai suasana haru.
“Mengucap kata perpisahan itu sangat berat. Ruang ganti Barca itu luar biasa, saya sangat enjoy di sana,” ujar Ter Stegen seperti dilansir Football Espana. Ia menambahkan, “Pada akhirnya, ini perubahan besar, hampir 12 tahun di sana. Saya punya kenangan yang tak terlupakan dan mereka akan selalu ada di hati saya. Saya sempat jadi kapten FC Barcelona dan saya selalu mencoba sebaik mungkin menjadi representasi klub.”
Kenangan Tak Terlupakan
Ter Stegen menyoroti betapa beratnya meninggalkan orang-orang terdekat di klub. “Meninggalkan teman-teman setim saya (adalah yang paling berat), kami punya hubungan yang sangat dekat. Sulit untuk meninggalkan ruang ganti, meninggalkan pelatih kiper yang sudah bersama saya sejak awal.”
Meski berat, Ter Stegen merasa lega setelah menyampaikan perpisahannya. “Setelah pamitan, beban terangkat dari pundak. Saya akan selalu punya kenangan baik akan mereka, dan saya akan kembali jadi salah satu dari mereka pada musim panas,” tutupnya.
Sebelumnya, video konfirmasi mengenai peminjaman Marc-Andre ter Stegen ke Girona telah dirilis.
Sumber: 90Menit.ID




