Bandung Barat – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan ratusan personel Marinir, anjing pelacak, hingga teknologi drone untuk mencari 19 personel Marinir yang masih hilang akibat bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. Upaya pencarian intensif dilakukan sejak Selasa (27/1/2026).
Pengerahan Ratusan Personel dan Teknologi
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan, sebanyak 200 personel Marinir dikerahkan hari ini. Teknologi mutakhir seperti drone, pemindai termal, dan anjing pelacak turut dioptimalkan dalam operasi pencarian ini.
“Kami menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, termal, dan anjing pelacak,” ujar Tunggul, mengutip laporan Antara, Selasa (27/1/2026).
TNI AL juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat prajurit yang jenazahnya telah berhasil ditemukan. Kadispenal memastikan bahwa seluruh hak dan santunan bagi prajurit yang gugur serta keluarganya akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta santunan maupun pendampingan akan terus diberikan,” jelas Tunggul.
Kronologi dan Data Korban
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa total ada 23 personel Marinir yang menjadi korban dalam peristiwa longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.
“Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan,” kata Laksamana Ali saat ditemui awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Menurut Laksamana Ali, para prajurit Marinir tersebut tengah melaksanakan latihan persiapan untuk penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Lokasi latihan tersebut diketahui sedang diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut, yang diduga menjadi penyebab terjadinya longsor.
“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” ungkapnya.
KSAL memastikan jajaran TNI AL terus berupaya maksimal dalam pencarian prajurit lainnya yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua. Pihaknya telah mengerahkan alat berat dan drone untuk mempercepat proses evakuasi korban.






