Pendaftaran Hoegeng Awards 2026 resmi dibuka, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan anggota polisi yang dinilai memiliki jiwa keteladanan. Ajang penghargaan tahunan ini menandai penyelenggaraan kelima kalinya, dengan komitmen terus berbenah untuk menjadi apresiasi yang lebih baik bagi para polisi teladan.
Hoegeng Awards terinspirasi dari keyakinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa masih banyak anggota Polri yang mewarisi semangat Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, mantan Kapolri yang dikenal sebagai legenda polisi jujur di Indonesia. Nama Jenderal Hoegeng kerap muncul dalam lelucon satire yang dilontarkan almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Satire Gus Dur sebagai Autokritik
Dikutip dari buku ‘Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia’ karya Muhammad Zikra, Gus Dur pernah melontarkan humor, “Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hoegeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi, dan polisi tidur.” Mantan Menteri Riset dan Teknologi AS, Hikam, menjelaskan bahwa humor tersebut disampaikan Gus Dur dalam berbagai konteks sebagai bentuk kritik terhadap Polri pada masanya.
Jenderal Sigit tidak segan menggunakan satire tersebut sebagai bentuk autokritik bagi institusi yang dipimpinnya. Ia menegaskan komitmennya untuk menghukum bawahan yang melanggar aturan, sekaligus memberikan apresiasi bagi personel yang berprestasi dan bekerja baik dalam mengayomi serta melindungi masyarakat.
Apresiasi dan Teguran Tegas
Komitmen Jenderal Sigit terbukti pada penyelenggaraan Hoegeng Awards 2025. Ia memuji ajang tersebut dan mengakui bahwa dirinya pun harus mencontoh para peraih penghargaan. “Mungkin kalau saya diikutkan dalam lomba kategori Hoegeng Awards ini terus terang pasti saya tidak lolos,” ujar Jenderal Sigit di malam puncak Hoegeng Awards 2025 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025). Ia menambahkan, “Karena apa pun mereka luar biasa.”
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menegaskan, “Saya selalu berkomitmen, yang baik kita berikan reward. Namun yang melanggar kita tidak pernah ragu untuk memberikan punishment.” Ia berharap seluruh anggota Korps Bhayangkara dapat mewarisi semangat dan keteladanan Jenderal Hoegeng Imam Santoso, serta menjadikan Hoegeng Awards sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Apa yang menjadi jejak peninggalan almarhum Hoegeng Imam Santoso terus bisa mendorong semangat motivasi dari kami semua. Khususnya institusi Polri dan seluruh jajaran untuk terus melakukan yang terbaik,” ucap Jenderal Sigit.
Mekanisme Hoegeng Awards 2026
Tahun ini, detikcom kembali bekerja sama dengan Polri untuk mencari polisi-polisi teladan. Meskipun Polri masih memiliki kekurangan, harapan akan munculnya sosok polisi teladan terus digaungkan, terutama setelah empat tahun penyelenggaraan Hoegeng Awards.
Hoegeng Awards 2026 akan dianugerahkan kepada lima polisi yang diusulkan oleh pembaca detikcom. Terdapat lima kategori penghargaan: Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Proses penjaringan kandidat dimulai hari ini melalui pengusulan via formulir digital di situs detikcom. Pembaca dapat mengusulkan nama polisi yang dinilai patut menjadi teladan. Setelah proses penjaringan selesai, penerima penghargaan akan diumumkan pada acara penganugerahan di Juli 2026.
detikcom mengajak masyarakat untuk berkontribusi mengawal perbaikan Polri melalui partisipasi di Hoegeng Awards 2026. Usulan dari pembaca diharapkan menjadi penyemangat bagi personel Polri untuk terus berbenah diri.
Mekanisme Seleksi Hoegeng Awards 2026:
- Daftarkan anggota polisi yang dinilai patut menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2026 melalui tautan yang disediakan.
- Isi identitas diri pengusul (nama lengkap, alamat email, nomor seluler).
- Isi identitas polisi kandidat (nama, pangkat, tempat berdinas). Sertakan foto dan video jika memungkinkan.
- detikcom akan memvalidasi informasi kandidat. Informasi yang tervalidasi akan diberitakan secara selektif.
- Kandidat yang didaftarkan akan diseleksi menjadi 15 besar oleh Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh masyarakat dan institusi kredibel di luar Polri.
- Aspek penilaian meliputi integritas dan dampak kepada masyarakat.
- 15 besar kandidat akan dibuatkan profil dan diuji publik di detikcom.
- Dari 15 besar, akan disaring menjadi 5 penerima penghargaan Hoegeng Awards 2026.
- Penerima penghargaan akan diumumkan pada Juli 2026.






