Seorang siswa SMK berinisial MY, yang nekat melompat dari Jembatan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, telah ditemukan meninggal dunia. Korban ditemukan di aliran Sungai Cisadane, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Minggu (1/2/2026) sore, setelah tiga hari pencarian intensif.
Operasi SAR Tiga Hari
Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin mengonfirmasi penemuan jenazah korban. “Korban sudah ditemukan pada hari ini, hari Minggu jam 13.45 WIB, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor,” ujar Didin, Minggu (1/2/2026).
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang memasuki hari ketiga ini melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan para relawan. Jenazah MY ditemukan mengapung di aliran Sungai Cisadane, dengan jarak sekitar 27,18 kilometer dari titik awal ia melompat.
“Betul, korban ditemukan di aliran Sungai Cisadane, jaraknya kalau dari lokasi awal itu 27,18 KM. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Kota Bogor untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Didin saat ditemui di RSUD Kota Bogor.
Keluarga Terima sebagai Musibah
Pihak keluarga korban, menurut Didin, telah menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. Mereka juga menolak permintaan untuk dilakukan autopsi atau visum terhadap jenazah MY.
“Dari pihak keluarga korban, sudah menerima kejadian itu sebagai musibah dan dalam proses penyelidikan ini pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi atau visum. Hasil informasi akan dibawa langsung ke rumah duka di Cicurug Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula pada hari Kamis (29/1/2026), ketika MY, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun, melompat dari Jembatan Loji. Menurut keterangan Kapolsek Bogor Barat Kompol Didin Komarudin, korban sempat bertemu dengan temannya sebelum kejadian.
Saksi mata menceritakan bahwa ia melihat korban sedang mengobrol dengan temannya di teras belakang rumah. Sekitar pukul 18.30 WIB, setelah hujan reda, saksi berpamitan untuk pulang. Namun, korban meminta untuk ikut dan melewati lokasi jembatan.
“Sebelum sampai Jembatan Darul Qur’an korban berhenti, setelah berhenti korban turun dan berlari ke tengah jembatan,” ungkap Didin, Jumat (30/1/2026), menirukan kesaksian.
Tanpa ragu, korban kemudian melompat ke bawah jembatan dan menghilang di aliran sungai yang saat itu dalam kondisi deras pasca hujan.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.






