Berita

Akselerasi Pembangunan Huntara di Tiga Kabupaten Sumut Didorong Satgas PRR

Advertisement

JAKARTA, 31 Januari 2026 – Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, mendesak percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga kabupaten di Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya strategi aktif dari pejabat pemerintah daerah dan Polri untuk mengatasi berbagai permasalahan di lapangan.

Dorongan ini disampaikan Richard Tampubolon setelah melakukan diskusi langsung dengan para pejabat dan tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan bupati dan pejabat terkait memaparkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Richard mencatat dan menampung berbagai kendala yang dihadapi, serta memberikan saran dan solusi praktis.

Peninjauan dan Data Pembangunan Huntara

Peninjauan ini dilakukan saat Richard Tampubolon meninjau penanganan bencana banjir serta pemulihan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Humbahas, pada Rabu (28/1/2026).

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan huntara direncanakan sebanyak 816 unit, meliputi 683 unit huntara terpusat dan 113 unit huntara mandiri. Huntara terpusat tersebar di empat desa:

  • Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan: 186 unit ditargetkan, 186 unit telah selesai dibangun (pendanaan Danantara).
  • Aek Latong, Kecamatan Sipirok: 118 unit ditargetkan, 88 unit telah selesai dibangun (pendanaan BNPB).
  • Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur: 134 unit direncanakan, 78 unit telah rampung.
  • Napa, Kecamatan Batang Toru: 245 unit direncanakan (pendanaan Kementerian PU), 145 unit diharapkan rampung Februari 2026.

Untuk huntara mandiri di Tapanuli Selatan, direncanakan 133 unit yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari 79 unit di Kecamatan Sayur Matinggi, 24 unit di Kecamatan Angkola Barat, 27 unit di Kecamatan Angkola Sangkunur, dan 3 unit di Kecamatan Muaratais, sebanyak 64 unit telah rampung (pendanaan BNPB).

Masyarakat setempat juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan tempat ibadah, taman bermain, dan tambahan sumur bor di setiap titik huntara. Richard Tampubolon memberikan petunjuk mengenai koordinasi dengan instansi dan pejabat pusat untuk mengatasi kebutuhan tersebut.

Advertisement

Progres di Tapanuli Tengah dan Humbahas

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, pembangunan huntara direncanakan sebanyak 106 unit dan seluruhnya telah rampung. Rinciannya meliputi 67 unit rusunawa, 15 unit di Asrama Haji Pinangsori, 12 unit di Kecamatan Tukka, dan 12 unit di Kecamatan Muara Sibuntuon.

Terkait usulan penggunaan lahan PT Mujur Timber yang izinnya telah dicabut untuk pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap), Richard mengarahkan bupati untuk bersurat kepada Ketua Tim Pengarah Satgas PKH dan Kasatgas PRR.

Masalah persawahan yang terdampak bencana juga diangkat. Masyarakat berharap program cetak sawah dapat dilaksanakan, bukan diganti dengan program optimalisasi lahan (oplah). Richard Tampubolon menegaskan harapan tersebut.

Di Kabupaten Humbahas, pembangunan huntara belum berjalan optimal meskipun lahan telah disiapkan oleh Pemda. Richard Tampubolon meminta Dirjen Bina Marga menindaklanjuti usulan untuk memasukkan pembuatan jalan baru dan perbaikan jembatan akibat bencana ke dalam program Inpres jalan daerah.

Peninjauan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Richard Tampubolon sebagai Kasum NI ke wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Rombongan memulai peninjauan menggunakan helikopter, dilanjutkan dengan kunjungan ke dapur umum, SD Hutanabolon 2, dan peninjauan pembangunan jembatan di Desa Sigiring-Giring.

Advertisement