Berita

Aksi Humanis Polisi di Monas: Bagikan Roti dan Air Mineral untuk Buruh yang Demo

Advertisement

Jakarta – Aparat kepolisian menunjukkan pendekatan humanis saat mengamankan aksi demonstrasi buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). Sejumlah anggota polisi terlihat membagikan roti dan air mineral kepada massa yang berunjuk rasa.

Penolakan UMP dan UMSK

Massa buruh yang berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar demonstrasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) se-Jawa Barat.

Pantauan di lokasi menunjukkan polisi membagikan roti dan air mineral kepada para peserta demo. Para pendemo tampak menyambut baik pemberian tersebut. Selain itu, sejumlah polisi wanita juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Selamat Datang Pejuang Aspirasi Sampaikan Pendapat Dengan Tertib, Kami Siap Layani’ saat massa mulai berdatangan.

Massa buruh terlihat mengenakan seragam partai buruh berwarna hitam dan merah. Mereka membentangkan spanduk yang menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100% Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp 5,88 juta per bulan, serta memberlakukan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI 2026 sebesar 5% di atas 100% KHL.

Pengamanan Humanis dan Profesional

Sebanyak 1.659 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyatakan kehadiran aparat bertujuan untuk melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat.

“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” kata Reynold dilansir dari Antara.

Advertisement

Reynold menjelaskan bahwa kehadiran aparat keamanan untuk menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional.

“Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Reynold.

Lebih lanjut, Reynold mengimbau para orator dan peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis, seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.

Aksi demonstrasi ini juga diwarnai dengan pengerahan dua mobil komando di lokasi.

Advertisement