Bogor, Jawa Barat – Ratusan alumni lintas angkatan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University berkumpul dalam acara reuni akbar yang diselenggarakan di kampus FPIK IPB, Bogor, pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) 2025 yang berlangsung 18-21 Desember 2025.
Fokus pada Kolaborasi dan Kontribusi Alumni
Reuni FPIK ini dikemas sebagai Side Event HA C, agenda resmi Himpunan Alumni (HA) FPIK IPB University. Dekan FPIK IPB, Fredinan Yulianda, menekankan pentingnya sinergi antara almamater dan alumni untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompeten. Sementara itu, Ketua HA C IPB University, Nunung Jamilah, menegaskan peran alumni sebagai kekuatan kolektif lintas generasi yang dapat mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Talkshow ‘Blue Food’ dan Ketahanan Pangan
Salah satu agenda utama dalam reuni ini adalah C-Talkshow yang mengangkat tema ‘Peran Alumni FPIK IPB dalam Ketahanan Pangan Berbasis Blue Food‘. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk I Nyoman Radiarta (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KKP), M. Rahmat Mulianda (Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas), dan Aang Permana (entrepreneur dan mentor UMKM Sipetek Food). Talkshow dipandu oleh Nimmi Zulbainarni, Sekretaris Jenderal Masyarakat Perikanan Nusantara.
I Nyoman Radiarta memaparkan bahwa pengembangan blue food sangat bergantung pada penguatan sumber daya manusia. “Program-program KKP juga didukung oleh ribuan penyuluh kelautan yang memastikan kebijakan dapat diterima dan diimplementasikan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, seraya menambahkan upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan KKP Corporate University.
M. Rahmat Mulianda menyoroti urgensi blue food sebagai sumber protein utama dan penggerak ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa penguatan sektor perikanan harus berlandaskan keberlanjutan sumber daya dan pemerataan manfaat ekonomi.
Dari sisi pelaku usaha, Aang Permana menilai paradigma bisnis perikanan perlu diubah. Ia mengungkapkan tantangan utama adalah anggapan bahwa komoditas ikan memiliki margin rendah. “Padahal, melalui inovasi dan penciptaan nilai tambah, ikan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.
Komitmen Alumni dan Pembekalan K3
Acara juga diisi dengan kegiatan makan ikan panggang bersama yang diikuti sekitar 500 alumni, merepresentasikan komitmen mereka terhadap penguatan pangan berbasis sumber daya laut. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dipandu oleh Achmad Rivai (Direktur PT Davai Karya Pratama, alumni FPIK C36) dan Desya (alumni FPIK C39). Materi ini menekankan pentingnya standar keselamatan kerja di sektor industri kelautan dan perikanan.
Side Event HA C ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.






