Berita

APBN Kucurkan Dana untuk Proyek Jalan-Jembatan Strategis di Sumatera Barat

Advertisement

Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejumlah proyek jalan dan jembatan prioritas telah masuk dalam agenda Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari program pemulihan dan penguatan konektivitas wilayah.

Proyek Prioritas dan Anggaran

Kepastian ini disampaikan saat kunjungan kerja Menteri PU Dody Hanggodo ke Sumbar bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade pada Selasa (27/1) lalu. Dalam pertemuan tersebut, beberapa proyek besar diumumkan kepada publik. Andre Rosiade menyatakan bahwa Kementerian PU akan memberikan diskresi khusus untuk memperbaiki ruas jalan provinsi Alahan Panjang, Solok-Bayang, Pesisir Selatan, yang kondisinya rusak parah.

Jalan tersebut dinilai sangat strategis karena dapat memangkas waktu tempuh dari sekitar empat jam menjadi hanya 40 menit. “Insyaallah Pak Menteri akan melakukan intervensi agar APBN turun. Usulan dari Pak Gubernur sekitar Rp275 miliar, dan ini penting karena menjadi jalur vital masyarakat,” ujar Andre, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR, dalam keterangannya pada Rabu (28/1/2025).

Selain itu, pemerintah pusat juga memastikan percepatan pembangunan ulang Jembatan Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan ini diketahui telah dua kali ambruk akibat derasnya arus sungai. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Balai Teknik Sungai dan Sumber Daya Air tengah melakukan kajian cepat.

“Masalah utama Jembatan Sikabu ada di kondisi sungainya. Karena itu desainnya harus tepat, tapi kami kejar agar bisa segera dibangun,” kata Dody, menargetkan desain rampung dalam satu bulan agar konstruksi dapat segera dimulai.

Advertisement

Kelanjutan Proyek dan Arahan Presiden

Di sektor jalan nasional dan provinsi, Andre Rosiade juga memastikan kelanjutan proyek jalan Payakumbuh-Sitangkai senilai Rp75 miliar yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan ke ruas Sitangkai-Batusangkar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun 2026, dengan estimasi anggaran di atas Rp100 miliar.

“Ini perintah langsung Presiden. Jalan provinsi di Tanah Datar akan dibangun oleh Kementerian PU lewat Inpres Jalan Daerah,” tegas Andre.

Menteri PU menambahkan, pembangunan infrastruktur di Sumbar sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui semangat Build Back Better, yaitu membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik pascabencana. Jalan-jalan strategis ini diprioritaskan untuk memperlancar arus logistik dan pangan, khususnya dari Solok menuju Pesisir Selatan.

Dengan intervensi pemerintah pusat, Sumatera Barat diharapkan memiliki infrastruktur yang lebih kuat, tangguh, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Advertisement