Berita

Banjir dan Longsor Kudus Renggut Nyawa Tiga Orang, Termasuk Balita

Advertisement

Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan 14.437 jiwa terdampak. Bencana ini juga merenggut nyawa tiga orang, termasuk seorang balita yang ditemukan tertutup lumpur dan ranting.

Detail Dampak Bencana

Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, total warga yang terdampak mencapai 4.610 Kepala Keluarga (KK). “Total jumlah terdampak 4.610 KK dengan 14.437 jiwa, ada korban jiwa 3 orang,” jelasnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Ahmad Munaji menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, memicu meluapnya sejumlah sungai di Kudus. “Kronologi kejadian karena curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sejumlah sungai di Kudus seperti Piji, Dawe, dan Gelis meluap,” terangnya.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi:

Advertisement

  • 6 desa di Kecamatan Mejobo
  • 2 desa di Kudus Kota
  • 1 desa di Jekulo
  • 5 desa di Kaliwungu

Longsor Melanda Sejumlah Kecamatan

Sementara itu, tanah longsor juga terjadi di beberapa kecamatan. Kecamatan Dawe mencatat 24 titik longsor di 10 desa. Kecamatan Gebog melaporkan 19 titik longsor di 2 desa, dan Kecamatan Bae terdapat 2 titik longsor di 1 desa.

Identitas Korban Jiwa

Tiga korban jiwa dalam peristiwa ini telah teridentifikasi. Korban pertama adalah AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang terseret arus sungai pada Minggu (11/1/2026). Korban kedua adalah S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang tertimpa tebing longsor pada hari yang sama.

Korban ketiga adalah seorang anak berinisial INU yang berusia 5 tahun. Ia hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus,” jelas Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).

Advertisement