Pandeglang, Banten – Dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, masih terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, sekitar 100 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menyatakan bahwa fokus penanganan saat ini tertuju pada Kecamatan Patia dan Pagelaran yang ketinggian airnya masih signifikan.
Fokus Penanganan di Patia dan Pagelaran
Menurut Riza, banjir yang melanda 12 kecamatan di Pandeglang ini menyisakan genangan di dua wilayah tersebut. “Tinggal Kecamatan Patia dan Pagelaran yang masih menjadi fokus karena masih tinggi,” ujar Riza, Selasa (13/1/2026).
Kondisi ketinggian air di kedua kecamatan tersebut memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka. “Kurang lebih ada 102, tapi tetap ya melihat situasi, kalau memang sudah surut mereka berangsur pulang lagi, karena kan titik pengungsian enggak jauh dari permukiman rumah warga yang ditinggalkan,” jelas Riza mengenai jumlah pengungsi.
Aktivitas Terhambat, Tidak Ada Korban Jiwa
Meskipun aktivitas warga terhambat, Riza memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir kali ini. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca di Pandeglang saat ini terpantau cerah. Jika cuaca bersahabat ini berlanjut selama dua hari ke depan, genangan air diprediksi akan segera surut. “Situasinya ini sekarang agak terang, kalau situasinya seperti ini maksimal 2 hari bisa surut,” ungkapnya.
Logistik dan Dapur Umum Terpenuhi
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, dilaporkan telah meninjau langsung lokasi banjir untuk memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi. Saat ini, satu dapur umum telah didirikan dan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak. “Alhamdulillah yang di dapur umum bisa tercukupi,” pungkas Riza.






