Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Serang mengidentifikasi kawasan Banten Lama sebagai area yang rentan terhadap banjir. Penyempitan kanal menjadi faktor utama meluapnya air saat terjadi hujan deras.
Revitalisasi Kanal Mendesak
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa revitalisasi kanal di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, sangat diperlukan. Ia menjelaskan bahwa kanal yang semula memiliki lebar 10 hingga 15 meter kini menyusut drastis menjadi hanya 1 meter akibat banyaknya permukiman warga.
“Perlu ada revitalisasi, karena kanal itu dari kondisi awal 10 sampai 15 meter mengalami penyempitan karena banyak ditempati masyarakat. Drainase sekarang cuma tersisa 1 meter,” ujar Arlan, Selasa (6/12/2025).
Rumah Warga Menghalangi Aliran
Arlan menambahkan bahwa keberadaan rumah-rumah penduduk yang berdiri di atas atau menghalangi aliran kanal turut memperparah kondisi. Hal ini menyebabkan air dari kanal tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap.
“Banyak rumah penduduk. Setelah ditelusuri, ada yang mentok atau alirannya berhenti di rumah, makanya meluap dan banjir,” tuturnya.
Penanganan Sementara dan Normalisasi
Sebagai langkah penanganan sementara, Pemerintah Provinsi Banten akan membuat sodetan dari pelataran Banten Lama menuju kanal. Arlan menegaskan bahwa Pemprov Banten dan Pemkot Serang akan berkolaborasi dalam melakukan pendataan dan normalisasi kawasan tersebut.
“Pemkot akan menginventarisasi bangunan yang berada di atas kanal. Jadi minimal kanal tidak hanya 1 meter. Rencana Pak Wali nanti akan melakukan sosialisasi pengembalian batas lahan dan penertiban. Leading ada di Kota Serang, sementara provinsi akan melakukan pengembalian fungsi dan pengerukan,” jelasnya.






