Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pembangunan ini dimulai setelah proses pembersihan lahan selesai dilakukan.
Detail Pembangunan Huntara
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa sebanyak 40 unit huntara akan dibangun di atas lahan seluas 4 hektare. Lokasi pembangunan berada di Dusun Sibalanga Julu, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting.
“Progres pekerjaan pada Minggu (21/12) terpantau pembukaan lahan telah selesai dilakukan. Satu unit huntara telah selesai 75% pengerjaan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12).
BNPB menerapkan rancangan rumah tumbuh untuk huntara ini, yang nantinya akan dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap). Setiap keluarga akan mendapatkan lahan seluas 6×6 meter, dengan luas bangunan huntara 4×6 meter. Model huntara menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat dan Aman (RISHAM), yang terdiri dari satu ruang tidur, satu ruang utama, dan satu kamar mandi yang dilengkapi septic tank.
Struktur RISHAM menggunakan rangka beton bertulang. BNPB menargetkan pembangunan tahap pertama huntara ini selesai dalam waktu 5 minggu, dengan harapan dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak pada Januari 2026.
Sosialisasi dan Instruksi Presiden
Pembangunan hunian sementara ini telah disosialisasikan kepada warga terdampak di kantor Desa Sibalanga pada Sabtu (20/12). Selain pembangunan huntara, pemerintah juga mempercepat relokasi dan penyediaan hunian baru bagi warga terdampak bencana di Sumatera.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi seluruh warga terdampak bencana di Sumatera dikerjakan secepatnya.
Peletakan Batu Pertama Huntap
Pada Minggu (21/12), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara. Huntap ini berlokasi di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting.
Di lokasi tersebut, Kementerian PUPR akan membangun 103 unit huntap yang ditargetkan selesai dalam waktu 3 bulan, yaitu hingga Maret 2026.
Pembangunan Huntap di Wilayah Lain
Selain di Tapanuli Utara, Kementerian PUPR juga serentak melaksanakan pembangunan huntap di wilayah lain:
- Tapanuli Tengah: 118 unit
- Tapanuli Selatan: 227 unit
- Sibolga: 200 unit
Abdul Muhari menambahkan bahwa pembangunan huntap ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.






