Berita

Bogor Bentuk Dua Dinas Baru untuk Layani 6 Juta Penduduk yang Kompleks

Advertisement

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi mengoperasikan dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru, yaitu Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Dinas Kebudayaan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kompleksitas persoalan di daerah yang dihuni lebih dari 6 juta jiwa.

Penguatan Pelayanan Publik

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa pembentukan dua dinas baru ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan publik. “Ini langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memperkuat kualitas pelayanan publik menjawab kompleksitas persoalan daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 6 juta jiwa,” kata Rudy pada Jumat (2/1/2026).

Menurut Rudy, kedua dinas tersebut bukan sekadar penambahan struktur birokrasi, melainkan upaya menghadirkan pelayanan yang lebih fokus, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa pelayanan publik di Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri karena jumlah penduduk yang besar.

“Pelayanan publik di Kabupaten Bogor tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Dengan jumlah penduduk yang besar, pemerintah harus memperkuat kelembagaan agar pelayanan lebih cepat, tertib, dan profesional,” ujarnya.

Fokus pada Pertanahan dan Tata Ruang

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dibentuk untuk mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan dan menuntaskan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang belum merata. Tujuannya adalah agar penataan ruang dapat berjalan lebih terarah.

Advertisement

“Saya ingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penerbitan perizinan agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, maupun lingkungan di kemudian hari,” tegas Rudy.

Pelestarian Budaya Daerah

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dibentuk untuk melestarikan dan mengelola kebudayaan daerah. Pemisahan dari Dinas Pariwisata diharapkan dapat membuat pengelolaan budaya menjadi lebih fokus.

“Kabupaten Bogor memiliki banyak situs sejarah, prasasti, dan tradisi budaya yang belum sepenuhnya terinventarisasi dan dikelola secara optimal,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto juga menerima penghargaan Anugerah Pertumbuhan Ekonomi & Ekosistem Digital dari Detikcom Awards 2025.

Advertisement