Berita

BPBD DKI Jakarta Lanjutkan Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari Atas Rekomendasi BMKG

Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan operasi modifikasi cuaca di wilayah ibu kota akan dilanjutkan hingga 22 Januari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem.

Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Yohan, mengonfirmasi perpanjangan operasi tersebut. “Lanjut sampai dengan tanggal 22 Januari,” ujar Yohan kepada wartawan pada Senin (19/1/2026). Yohan, yang turut terlibat langsung dalam operasi ini, menjelaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan dengan menebar garam dan kapur menggunakan pesawat. “(Ada) tiga (penerbangan hari ini),” jelasnya.

Perpanjangan operasi ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi BMKG mengenai cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Jabodetabek. “Rekomendasi BMKG terkait cuaca ekstrim,” sambung Yohan.

Dana Siap untuk Perpanjangan Operasi

Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan dana untuk kemungkinan perpanjangan operasi modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan. Hal ini mengindikasikan kesiapan Pemprov DKI untuk terus melanjutkan upaya mitigasi dampak cuaca buruk.

“Beliau juga menyiapkan anggaran hingga 30 hari jika diperlukan. Artinya kemungkinan besarnya ini akan dilanjutkan,” ungkap Chico.

Advertisement

Prediksi Hujan Lebat BMKG

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek. Prediksi ini berlaku mulai 16 hingga 23 Januari 2026.

“BMKG memantau potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek pada 16-23 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi gangguan atmosfer yang membuat awan hujan mudah terbentuk dan berkembang,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, pada Minggu (18/1/2026).

BMKG memaparkan bahwa beberapa wilayah telah terdampak hujan lebat pada periode 17-19 Januari, dan hujan lebat diperkirakan akan berlanjut di wilayah tertentu hingga 23 Januari. “Dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, longsor, dan gangguan transportasi,” tambah BMKG.

Advertisement