Berita

CCTV Tetangga dan DNA di Pisau Ungkap Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon

Advertisement

Kasus pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman yang berinisial A (9) di sebuah rumah mewah di Cilegon, Banten, akhirnya terungkap berkat rekaman CCTV milik tetangga dan hasil uji DNA pada pisau yang diduga digunakan pelaku. Bukti-bukti ini menjadi kunci dalam rangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Rekaman CCTV Tetangga Jadi Petunjuk Awal

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, menjelaskan bahwa timnya awalnya berhasil mendapatkan ciri-ciri fisik pelaku dari rekaman CCTV yang terpasang di lingkungan sekitar rumah korban. CCTV tersebut merekam pelaku masuk ke rumah mewah pada pukul 13.17 WIB.

“Kami menguatkan bahwa pada saat kejadian, CCTV di rumah korban ini mati, tapi kita tidak putus di situ, kita mendapatkan CCTV bukti petunjuk dari CCTV lingkungan tetangga,” ujar Dian saat jumpa pers di Polda Banten, Senin (5/1/2026).

Dalam rekaman CCTV itu, pelaku terlihat masuk ke rumah korban pada pukul 13.17 WIB dan keluar pada pukul 13.42 WIB. Pelaku teridentifikasi menggunakan sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi berwarna biru hitam, helm biru, jaket hitam, sepatu safety, dan celana jeans.

Modus Operandi Pelaku dan Percobaan Pencurian

Dian Setyawan melanjutkan bahwa setelah melakukan pembunuhan terhadap A, pelaku ternyata melakukan dua kali aksi serupa di rumah lain di Cilegon. Modusnya adalah dengan memencet bel rumah, dan jika tidak ada respons, pelaku akan menjalankan aksinya.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua, pelaku berhasil melakukan aksinya. Namun, di TKP ketiga, saat hendak melakukan percobaan pencurian, pelaku dipergoki oleh asisten rumah tangga (ART). Pada percobaan pencurian ketiga ini, pelaku tidak menggunakan motor, melainkan berjalan kaki dari kontrakannya yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi.

Saat dipergoki oleh ART, pelaku panik dan melompat dari lantai dua rumah. Dalam proses pelariannya, pelaku melepaskan tas dan sepatunya, lalu bersembunyi di garasi mobil.

“Saat kepergok yang bersangkutan sempat loncat dari lantai 2 ke lantai 1 melepaskan tas dan sepatunya kemudian ngumpet di garasi mobil,” kata Dian.

Penggeledahan Tas Pelaku Ungkap Pisau Ber-DNA Korban

Menindaklanjuti laporan percobaan pencurian, polisi segera mendatangi lokasi. Ciri-ciri fisik pelaku yang dipergoki ART ternyata sama persis dengan pelaku pembunuhan A di rumah mewah politikus PKS.

Advertisement

“Sehingga kami tim gabungan langsung ke sana karena ciri-ciri fisiknya sama persis dengan TKP pertama di BBS 3 tadi, yaitu menggunakan jaket hitam dan tas hitam,” ucap Dian.

Polisi kemudian menggeledah tas milik pelaku yang berinisial HA (31). Di dalam tas tersebut ditemukan sejumlah alat kejahatan, termasuk dua bilah pisau dan satu kunci pas. Kecurigaan polisi menguat ketika salah satu pisau tersebut diduga kuat adalah alat yang digunakan untuk menusuk korban.

“Saat kami melakukan penggeledahan tas pada barang miliknya menemukan alat-alat sarana pelaku yang digunakan kejahatan yaitu dua bilah pisau, dan satu kunci pas yang digunakan untuk mencongkel dan barang bukti lainnya. Dari situ kita timbul kecurigaan bahwa pisau ini adalah pisau yang digunakan untuk menusuk korban pada TKP pertama,” jelasnya.

Penyidik Polres Cilegon segera membawa pisau tersebut untuk dilakukan pemeriksaan biologis forensik di Puslabfor. Hasilnya, ditemukan bercak darah pada pisau yang identik dengan DNA korban A.

“Dan hasilnya alhamdulillah dari pisau yang ditemukan pada pelaku ini masih tertinggal bercak darah yang mana darah tersebut ada DNA yang identik dengan korban saudara A sembilan tahun,” imbuhnya.

Penetapan Tersangka dan Pengakuan

Dengan adanya bukti kuat dari rekaman CCTV dan hasil uji DNA pada pisau, HA akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku juga telah mengakui perbuatannya.

“Sehingga tidak dapat terbantahkan lagi bahwa yang bersangkutan adalah yang melakukan pembunuhan pada TKP pertama, kemudian dengan hasil pemeriksaan runut memang sudah diakui, bahwa yang bersangkutan yang melakukan pembunuhan,” pungkas Dian.

Advertisement