Berita

Dosen UIM Ludahi Kasir Swalayan, Kini Berharap Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Advertisement

Perilaku tidak terpuji seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) bernama Amal Said menjadi sorotan publik setelah terekam meludahi seorang kasir swalayan di Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden yang terjadi pada Rabu (24/12) ini telah dilaporkan korban ke pihak kepolisian dan kini sang dosen berharap penyelesaian secara kekeluargaan.

Kronologi Versi Dosen

Amal Said, yang mengenakan baju hitam lengan panjang dan berambut sedikit beruban, awalnya terlihat mengantre di swalayan Jalan Perintis Kemerdekaan. Namun, ia kemudian memotong antrean dan berdiri di depan kasir berinisial N (21) yang sedang melayani pelanggan lain. Tanpa diduga, saat membuka dompet, Amal Said meludahi kasir di depannya.

Rektor UIM, Prof Muammar Bakry, membenarkan bahwa Amal Said adalah dosen di kampusnya dan pihak universitas telah menindaklanjuti kasus ini melalui jalur berjenjang.

Amal Said membantah narasi bahwa dirinya menyerobot antrean. Ia mengklaim hanya berpindah ke antrean yang kosong karena melihat ada lima meja kasir berjejer dan tidak ada konsumen lain yang menuju ke kasir tersebut. “Kan tidak salah kalau di supermarket begitu kan,” ujarnya.

Menurut Amal, emosinya tersulut ketika kasir N mempertanyakan alasannya tidak ikut mengantre di barisan sebelumnya. Ia merasa dipersulit dan diperlakukan tidak sopan, terlebih ia adalah seorang yang lebih tua. “Saya ini orang tua, sudah putih rambutku,” keluhnya.

Terkait tindakan meludah, Amal Said mengaku itu adalah reaksi spontan akibat kekesalan. “Itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi,” ucapnya. Ia juga mengklarifikasi bahwa ludahnya tidak mengenai wajah kasir secara langsung, melainkan lebih ke bagian pakaian korban.

Kronologi Versi Kasir

Kasir berinisial N menceritakan kejadian yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Ia melihat Amal Said gelisah di depan antrean dan kemudian menerobos dua orang konsumen lain.

Advertisement

N sempat menegur Amal Said saat masih melayani pelanggan lain, “Maaf, Pak. Ada antrean dari belakang, antre dari belakang ki dulu.” Namun, teguran tersebut justru membuat Amal Said marah dan melempar keranjangnya.

Meskipun N berusaha mengalah dan menjelaskan kembali mengenai antrean, Amal Said tetap emosi dan akhirnya meludahinya. “Di situ belum selesai (saya) bicara, langsung diludahi,” bebernya.

Harapan Penyelesaian Kekeluargaan

Amal Said menyatakan harapannya agar kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berlanjut ke proses hukum. Ia mengaku telah dihubungi oleh pihak kepolisian pasca laporan korban.

“Sudah ada komunikasi antara polisi, pihak kampus, dengan pihak swalayan. Untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Amal.

Meskipun siap mengikuti prosedur hukum jika terpaksa, ia sangat berharap adanya mediasi.

Advertisement