Berita

Gerindra DKI Curiga Ada Pihak yang Sengaja Biarkan Tawuran di Manggarai Terus Berlanjut

Advertisement

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, menyuarakan keprihatinan mendalam atas rentetan tawuran yang terus terjadi di underpass Manggarai, Jakarta Selatan. Ia menduga ada pihak-pihak yang justru diuntungkan oleh situasi kericuhan tersebut.

Kecurigaan Adanya Pihak yang Diuntungkan

“Iya ya, saya juga heran dan prihatin dengan aktivitas tawuran berulang bertahun-tahun di wilayah Manggarai, penasaran banget sama alasan kericuhan ini apa, kok bisa tidak ada efek jera,” ujar Rani saat dihubungi, Minggu (4/1/2026).

Rani melihat adanya pola yang mengkhawatirkan, seolah ada pihak yang sengaja membiarkan tawuran terus terjadi meskipun telah banyak korban berjatuhan. “Seperti ada pihak yang memang senang bila tawuran itu terjadi, padahal sudah banyak korban sial akibat kejadian ini,” ucapnya.

Desakan Efek Jera dan Solusi Menyeluruh

Menyikapi kondisi ini, Rani mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan aparat kepolisian untuk memberikan sanksi tegas yang memberikan efek jera bagi para pelaku tawuran. Ia juga menekankan pentingnya menindak pihak-pihak yang mendukung atau bahkan mengambil keuntungan dari aksi tersebut.

“Penyelesaiannya sepertinya harus bersama-sama dari pihak pemprov dan para aparat penegak hukum dan sanksi yang berefek jera bagi para biang kerok dan para pelaku tawuran bahkan bagi para pendukung aksi ini karena di dalam tawuran kadang ada pihak-pihak pembuat konten yang mengambil kesempatan, semoga ada solusi terbaik bagi masalah ini,” jelasnya.

Advertisement

Kronologi Tawuran di Awal 2026

Sebelumnya, tawuran antarwarga di underpass Manggarai kembali pecah di awal tahun 2026. Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (1/1) menjelang magrib, melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai.

Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa tawuran dipicu oleh suara ledakan petasan di kolong flyover dekat Stasiun Manggarai pada pukul 18.10 WIB. Tak lama kemudian, kedua kelompok saling menyerang menggunakan batu dan petasan di terowongan Manggarai.

Sehari berselang, pada Jumat (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB, tawuran kembali terjadi di lokasi yang sama. Aparat keamanan dilaporkan telah membubarkan aksi tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengonfirmasi bahwa awal kejadian terdengar suara petasan dari Jalan Dr Saharjo atau terowongan Kelurahan Manggarai, yang kemudian diikuti aksi saling lempar batu dan petasan antara warga RW 04 dan RW 012 di terowongan Manggarai.

Advertisement