Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, mengklarifikasi status keanggotaan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di partai tersebut. Raja Juli menegaskan bahwa Jokowi belum secara resmi bergabung dengan PSI, meskipun telah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) partai.
Kehadiran Jokowi Beri Energi Baru
Menurut Raja Juli, kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI telah memberikan energi baru dan semangat bagi seluruh kader partai. Ia menyatakan bahwa momentum ini diharapkan dapat memompa semangat para kader dalam menghadapi Pemilihan Umum 2029.
“Hari ini, kehadiran Bapak Presiden ke-7, Bapak Joko Widodo menjadi energi baru, menjadi pemompa semangat seluruh PSI se-Indonesia. Dan menebalkan keyakinan bahwa PSI ini akan meraih kursi yang signifikan di DPR RI 2029,” ujar Raja Juli kepada wartawan usai penutupan Rakernas PSI, Sabtu (31/1/2026), seperti dilansir detikSulsel.
Raja Juli meyakini bahwa kehadiran Jokowi akan berkontribusi pada peningkatan perolehan kursi PSI di parlemen pada pemilu mendatang.
Pesan Jokowi untuk Pendukung Bergabung dengan PSI
Lebih lanjut, Raja Juli menilai bahwa pernyataan yang disampaikan Jokowi saat memberikan arahan dalam Rakernas mengandung pesan yang sangat jelas. Ia menafsirkan pesan tersebut sebagai undangan bagi seluruh pendukung Jokowi untuk bergabung dengan PSI.
“Pernyataan (Jokowi) tadi secara eksplisit, meskipun secara legal formal beliau belum ada di PSI, tapi sudah mengimbau kepada seluruh pendukung Pak Jokowi, kepada seluruh yang merasa Pak Jokowi selama 10 tahun berhasil memimpin negeri ini, segera mungkin bergabung dengan PSI,” jelasnya.
Raja Juli menambahkan bahwa meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai keanggotaan Jokowi, partai terus berupaya untuk membesarkan partai dan meraih dukungan yang signifikan di pemilu mendatang.






