Berita

Jokowi Siap Mati-matian Besarkan PSI, Adi Prayitno: Ujian Kesaktian Pasca-Jabatan Presiden

Advertisement

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kesiapannya untuk berjuang mati-matian demi membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengaruh Jokowi pasca-jabatannya sebagai presiden.

Analisis Pengaruh Jokowi

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai kesiapan Jokowi untuk mendukung PSI merupakan sebuah ujian kesaktiannya setelah tidak lagi menjabat. Menurut Adi, ada dua pandangan mengenai hal ini. Pertama, Jokowi masih memiliki kekuatan untuk meloloskan PSI ke parlemen. Kedua, pengaruhnya mungkin sudah berkurang karena tidak lagi memiliki instrumen kekuasaan.

“Ketika Jokowi siap total besarkan PSI itu semacam kesiapan uji kesaktian Jokowi setelah tak lagi presiden dan bukan PDIP. Kalau PSI lolos Jokowi pasti dibilang masih sakti, kalau tak lolos pastinya dikritik habis-habisan,” ujar Adi kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Kunci Keberhasilan PSI

Adi Prayitno menekankan bahwa keberhasilan PSI dalam mendulang suara sangat bergantung pada kerja keras di lapangan dan kemampuan meyakinkan rakyat. Meskipun Jokowi memberikan suntikan semangat, faktor utama tetaplah pendekatan langsung kepada masyarakat.

“PSI punya suntikan semangat karena Jokowi akan mati-matian menangkan PSI. Tinggal uji materi apakah Jokowi masih sakti atau tidak setelah tak lagi jadi presiden dan pecah kongsi dengan PDIP. Kuncinya kerja lapangan,” jelas Adi.

Ia menambahkan bahwa PSI perlu mengurangi resistensi terhadap Jokowi sambil menjual sisi positifnya. Tantangan terbesar PSI adalah penetrasi ke pemilih di desa yang merupakan mayoritas, mengingat selama ini identik dengan pemilih perkotaan.

Evaluasi Pemilu 2024

Adi Prayitno mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024, PSI sebenarnya sudah mencoba mengkapitalisasi figur Jokowi, terlihat dari atribut kampanye yang menampilkan foto Jokowi dengan tagline ‘PSI Partai Jokowi’. Namun, upaya tersebut dinilai masih malu-malu dan belum cukup efektif, yang berujung pada kegagalan PSI lolos ke parlemen.

Advertisement

“Tapi PSI sebatas itu saja mengkapitisasi Jokowi, terkesan malu-malu, efeknya PSI tak lolos ke parlemen,” lanjutnya.

Pertaruhan Politik Jokowi

“Yang jelas, ini pertaruhan politik Jokowi. Kalau PSI lolos parlemen, Jokowi bakal disanjung puji dan pasti disebut masih sakti. Sebaliknya, jika PSI tak lolos parlemen, maka Jokowi bakal banyak dikritik karena sudah tak sakti lagi,” pungkasnya.

Pernyataan Jokowi di Rakernas PSI

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1/2026), Jokowi menyatakan kesiapannya untuk memenangkan PSI. Ia menegaskan akan bekerja keras dan mati-matian.

“Kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus benar yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput. Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyatakan kesanggupannya untuk hadir di berbagai acara jika diperlukan. “Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” tegas Jokowi.

Advertisement