PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan bahwa revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang kembali dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki nilai historis yang tinggi. JPO Sarinah tercatat sebagai jembatan penyeberangan orang pertama yang dibangun di Indonesia.
Upaya Menghidupkan Ikon Sejarah Jakarta
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa revitalisasi JPO Sarinah bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa. Menurutnya, ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali sebuah ikon lama Jakarta yang kaya akan sejarah. Ia menambahkan bahwa JPO yang direvitalisasi ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia,” ujar Welfizon dalam keterangan resminya pada Sabtu (10/1/2026).
Aksesibilitas Inklusif untuk Disabilitas, Lansia, dan Ibu Hamil
Fokus utama dari revitalisasi ini adalah untuk memastikan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil, dapat menyeberang dengan aman dan nyaman di kawasan Sarinah yang dikenal memiliki aktivitas tinggi. Oleh karena itu, JPO Sarinah akan dilengkapi dengan fasilitas lift.
Welfizon juga menegaskan bahwa pembangunan JPO Sarinah tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada sebelumnya. Fasilitas pelican crossing di area tersebut akan tetap beroperasi normal dan dapat terus digunakan oleh pejalan kaki di permukaan jalan.
“Pembangunan ini tidak menghilangkan fasilitas yang ada. Pelican crossing tetap berfungsi seperti biasa. JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” jelasnya.
Melalui revitalisasi ini, Transjakarta berharap JPO Sarinah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga kembali menjadi bagian dari identitas kota Jakarta. Selain itu, diharapkan dapat mendukung mobilitas pejalan kaki yang lebih aman dan inklusif di pusat ibu kota.
Alasan Kebutuhan untuk Difabel
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji pembangunan kembali JPO Sarinah di Jakarta Pusat. Pramono menyebutkan salah satu alasan utama JPO Sarinah dibangun lagi adalah karena kebutuhannya untuk para difabel.
“Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” kata Pramono usai meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (9/1/2026).
JPO Sarinah sendiri dibongkar pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. JPO ini tercatat sebagai JPO pertama di Indonesia yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.






