Sepakbola

Juventus Terpuruk: Spalletti Akui Krisis Kepercayaan Diri Usai Dibantai Como

Advertisement

Juventus kembali menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Italia. Bertandang ke Allianz Stadium, Sabtu (21/2/2026) malam WIB, tim berjuluk Si Nyonya Tua ini takluk 0-2 dari Como. Gol-gol dari Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret menjadi mimpi buruk bagi Juventus.

Rentetan Hasil Buruk Berlanjut

Kekalahan ini semakin memperpanjang catatan negatif Juventus dalam lima pertandingan terakhir di berbagai ajang. Empat kekalahan dan satu hasil imbang menjadi bukti nyata bahwa performa tim sedang menurun drastis.

Pelatih Akui Kehilangan Kepercayaan Diri

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, secara terbuka mengakui adanya masalah kepercayaan diri di dalam skuadnya. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme dan penampilan luar biasa yang sempat ditunjukkan tim kini menghilang, digantikan oleh kesalahan-kesalahan yang merugikan.

“Ada saat-saat di mana kami memiliki antusiasme dan beberapa penampilan yang luar biasa, kemudian ketika itu hilang, kepercayaan diri pun ikut hilang, kesalahan-kesalahan terbukti merugikan, dan menjadi sulit untuk bereaksi secara psikologis,” ujar Spalletti kepada DAZN.

Spalletti menambahkan bahwa tekanan atas hasil-hasil terkini sangat membebani para pemainnya. “Beginilah cara kerjanya di benak para pemain, ada terlalu banyak tekanan atas hasil-hasil terkini, dan momen-momen seperti inilah yang membuat perbedaan,” tuturnya.

Advertisement

Posisi Klasemen dan Nasib di Kompetisi Lain

Saat ini, Juventus tertahan di posisi kelima klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 46 poin. Selain performa buruk di liga domestik, Kenan Yildiz dan kawan-kawan juga menghadapi kenyataan pahit di Liga Champions dan Coppa Italia, di mana mereka telah tersingkir.

Spalletti: Kami Punya Kemampuan, Tapi Kepercayaan Diri Hilang

Lebih lanjut, Spalletti menegaskan bahwa masalah utama timnya adalah hilangnya kepercayaan diri, meskipun ia yakin skuadnya memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

“Ini semua tentang kepercayaan diri, bahwa kami memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Kami telah berhasil menciptakan kepercayaan diri pada potensi kami, tetapi kepercayaan diri dan rasa kekuatan hilang,” jelas Spalletti.

Ia menyoroti banyaknya umpan-umpan yang salah sasaran, yang menurutnya tidak biasa dilakukan oleh para pemainnya. “Kami melihat umpan-umpan yang salah sasaran yang seharusnya tidak pernah dilakukan oleh pemain saya. Itu bukan sesuatu yang biasa terjadi, dan mereka merasa terjebak dalam situasi tersebut,” tegasnya.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement