Bekasi – Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri memamerkan kesiapan operasional dan teknologi canggih yang digunakan dalam Operasi Lilin 2025 kepada perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) serta Ombudsman RI. Kunjungan ini berlangsung di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (24/12/2025) pagi.
Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, dan Anggota Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya, disambut langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Mereka diajak untuk melihat langsung berbagai inovasi teknologi yang telah disiapkan Korlantas untuk mengamankan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Teknologi Pemantauan Lalu Lintas Terkini
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah mobil command center. Kendaraan ini berfungsi sebagai pusat kendali bergerak yang mampu memantau lalu lintas secara komprehensif. Dilengkapi dengan berbagai fitur mutakhir, mobil ini terhubung langsung dengan sistem Korlantas dan mampu beroperasi secara mandiri di mana pun dibutuhkan.
Lebih lanjut, mobil command center ini terintegrasi dengan unit drone yang dikendalikan langsung dari dalam kendaraan. Kemampuan ini memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real-time dan pelaporan situasi yang cepat, baik kepada masyarakat maupun pusat kendali kepolisian.
Drone ETLE dan Inovasi SMS Blast
Kunjungan dilanjutkan dengan demonstrasi drone ETLE quad copter. Alat ini memiliki kemampuan untuk memantau lalu lintas secara langsung, mendeteksi pelat nomor kendaraan, hingga melakukan face recognition. Semua data yang ditangkap oleh drone ETLE ini tersambung langsung ke mobil command center, menampilkan visual lalu lintas secara detail.
Irjen Agus Suryonugroho juga memperkenalkan inovasi lain bernama SMS Blast. Sistem ini merupakan hasil kolaborasi antara Korlantas Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para penyedia layanan telekomunikasi. Melalui SMS Blast, pengguna jalan akan menerima notifikasi langsung mengenai kondisi arus lalu lintas di lokasi tertentu, terutama menjelang puncak kepadatan arus mudik dan balik Nataru.
Teknologi-teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengamanan dan kelancaran lalu lintas selama periode Nataru 2025.






