Serang, Banten – Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan melakukan kunjungan ke Desa Jati Pulo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, yang masih terdampak banjir pada Rabu, 28 Januari 2026. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Cidurian setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.
Penanganan Banjir dan Dampak
Banjir ini merendam 75 rumah yang dihuni oleh 165 keluarga. Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak demi penanganan banjir yang maksimal di lokasi terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan perhatian, bantuan, serta pendampingan, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Andri Kurniawan, Selasa (27/1/2026).
Trauma Healing dan Bantuan Sosial
Dalam kunjungannya, Kapolres Serang bersama jajarannya memberikan sesi trauma healing kepada warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi rasa takut dan trauma yang dialami akibat bencana.
Selain itu, Andri Kurniawan juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga di lokasi pengungsian. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari mereka selama masa pengungsian.
Sinergi dan Kewaspadaan
Kapolres menegaskan bahwa Polres Serang akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir terpenuhi. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penanganan banjir serta kebutuhan warga pengungsian dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Andri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang berpotensi bermain di sekitar lokasi banjir. “Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain di lokasi banjir demi keselamatan bersama,” imbaunya.
Peninjauan Akses Jembatan
Setelah meninjau lokasi pengungsian, Kapolres Serang melanjutkan peninjauan ke akses jembatan di Desa Mekarasari, Kecamatan Carenang. Jembatan ini dilaporkan terdampak luapan air Sungai Cidurian, yang menyebabkan gangguan aktivitas dan mobilitas warga.






