Berita

Kemendagri Dorong Kepala Daerah Aktif Wujudkan Kemandirian Pangan Nasional

Advertisement

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, mendesak para kepala daerah dan sekretaris daerah untuk mengambil peran lebih aktif dalam mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya terkait ketahanan pangan. Akmal menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada kebijakan kemandirian pangan, yang tercermin dalam program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan program swasembada pangan.

Dorong Generasi Muda Lewat Pendidikan Pangan

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Akmal Malik mengemukakan pentingnya menggerakkan masyarakat untuk mencapai ketahanan pangan. Ia memberikan contoh konkret, seperti mendorong siswa sekolah untuk menanam satu pohon cabai. “Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam 1 pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan,” ujar Akmal dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Akmal menyoroti potensi besar Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui bonus demografi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang andal menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian bangsa. Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara agraris, yaitu menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian yang didominasi oleh petani berusia lanjut.

“Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan,” kata Akmal.

Ia menjelaskan bahwa jika sebagian besar dari 80 juta siswa tersebut dibekali pendidikan di sektor pangan, dampaknya akan sangat signifikan. Akmal mendorong kepala daerah untuk berinovasi dalam merancang program bagi generasi muda guna mendukung ketahanan pangan. Ia mencontohkan program penanaman cabai yang jika dijalankan secara konsisten, berpotensi membantu pengendalian inflasi daerah, mengingat harga cabai seringkali menjadi pemicu kenaikan inflasi.

Advertisement

“Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing,” tutur Akmal.

Dukungan Daerah untuk Program Prioritas Presiden

Akmal menegaskan bahwa kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat krusial dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau 82 juta penerima manfaat, yang memerlukan kesiapan pasokan pangan memadai untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Optimalisasi program KDKMP diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement