Sepakbola

Real Madrid Pisah dengan Xabi Alonso, Ucapan Jose Mourinho Kembali Viral

Advertisement

Jakarta – Real Madrid dan pelatih Xabi Alonso dipastikan berpisah. Kabar keretakan di ruang ganti tim, yang diduga melibatkan ketidakcocokan pemain dengan Alonso, membuat pernyataan lama Jose Mourinho kembali mencuat dan viral.

Perpisahan Tak Terduga

Keputusan perpisahan ini muncul setelah kekalahan Real Madrid dari Barcelona dengan skor 2-3 dalam final Piala Super Spanyol pada Senin (12/1) dini hari WIB. Namun, kekalahan tersebut tampaknya bukan satu-satunya faktor yang mendasari perpisahan ini.

Isu Keretakan Ruang Ganti

Merujuk pada laporan media-media Spanyol, isu keretakan di ruang ganti Real Madrid telah beredar. Diduga, para pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan rekan-rekannya merasa tidak cocok dengan gaya kepelatihan Xabi Alonso. Alonso dikenal menerapkan disiplin yang sangat ketat kepada para pemainnya. Selain itu, larangan kehadiran keluarga pemain di tempat latihan juga disebut menjadi salah satu sumber ketidakpuasan.

Latihan fisik yang intens juga dilaporkan dikeluhkan oleh sebagian pemain. Pilihan formasi yang diterapkan Alonso bahkan kerap memicu reaksi negatif, seperti yang terlihat pada Vinicius Jr yang dikabarkan sempat marah saat diganti.

Advertisement

Ucapan Jose Mourinho Kembali Viral

Di tengah isu ketidakcocokan dan ego pemain yang tinggi di Real Madrid, pernyataan Jose Mourinho yang pernah melatih klub tersebut pada periode 2010-2013 kembali menjadi perbincangan hangat. Mourinho, yang berhasil mempersembahkan gelar LaLiga dan Copa del Rey, pernah menolak tawaran kembali dari Presiden Klub Florentino Perez.

Mourinho mengungkapkan alasannya menolak tawaran tersebut. “Di Madrid, saya berhasil melakukan segalanya kecuali membangun skuad yang bersatu,” jelasnya. Ia menambahkan, “Di tahun 2015, Florentino Perez meminta saya untuk kembali. Saya tahu, dia menyukai saya.”

Lebih lanjut, Mourinho menceritakan percakapannya dengan Perez. “Dia menelepon saya, mengatakan bahwa beberapa pemain yang ‘buruk’ harus disingkirkan seperti Casillas, Ramos, Marcelo, dan Pepe. Saya balas, itu sudah terlambat,” tutupnya, mengisyaratkan bahwa pada saat itu, masalah ego pemain di Real Madrid sudah terlalu dalam untuk diatasi.

Advertisement