Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Andre menyoroti besaran tantiem yang diterima direksi BUMN yang dinilai tidak sebanding dengan hasil kinerja yang dicapai.
Kinerja BUMN Masih Memprihatinkan
Andre Rosiade mengungkapkan bahwa masih banyak BUMN yang menunjukkan kinerja memprihatinkan meskipun Indonesia telah memiliki Presiden ke-8, Prabowo Subianto. “Memang faktanya kinerja BUMN kita di saat Pak Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8 ternyata kan masih banyak yang memprihatinkan. Banyak sekali BUMN masih merugi,” ujar Andre saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Untuk mengatasi hal ini, Presiden Prabowo telah membentuk Danantara yang diharapkan dapat mempercepat perbaikan kinerja BUMN. Andre berharap ke depannya BUMN tidak lagi merugi dan hasil kerjanya dapat berjalan seiring dengan ekspektasi.
Tantiem Direksi BUMN Jadi Sorotan
Politikus Partai Gerindra ini menekankan pentingnya perbaikan kinerja direksi sebagai salah satu kunci perbaikan BUMN secara keseluruhan. Ia menyoroti fasilitas dan gaji yang luar biasa besar, termasuk tantiem, yang selama ini diterima oleh direksi BUMN.
“Nah, tentu dalam rangka memperbaiki kinerja, tentu salah satunya adalah memperbaiki kinerja direksi. Termasuk kan perbaikan kinerja tuh berbanding lurus dengan kinerja direksi. Dan tentu saja kita tahu sama tahu bahwa direksi BUMN ini selama ini mendapatkan fasilitas yang luar biasa, gaji yang besar, bahkan juga tantiem yang luar biasa, ya,” ungkapnya.
Andre menambahkan bahwa penghasilan direksi BUMN, termasuk tantiem, bahkan jauh melampaui penghasilan presiden dan para menteri yang memiliki tanggung jawab lebih besar. “Bahkan penghasilan direksi BUMN dengan tantiem ini jauh di atas penghasilan presiden dan para menteri gitu loh. Yang punya tanggung jawab lebih besar daripada direksi BUMN,” tegas Andre.
Dukungan Penuh untuk Langkah Presiden
Oleh karena itu, Komisi VI DPR memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah perbaikan dan pembenahan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui Danantara, termasuk evaluasi terhadap tantiem direksi BUMN. “Kami di Komisi VI mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh Pak Prabowo, mendukung langkah-langkah pembenahan yang dilakukan Pak Prabowo melalui Danantara, termasuk untuk mengevaluasi tantiem ini,” sambung Andre.
Andre mengungkapkan bahwa ada temuan direksi BUMN yang menerima tantiem hingga mencapai Rp 30 miliar. Ia menegaskan bahwa tantiem sebesar itu perlu dievaluasi secara cermat. “Karena tantiemnya begitu besar, begitu sangat besar tantiem itu gitu loh. Misalnya ada direksi yang mendapatkan tantiem bisa Rp 30 miliar gitu loh. Itulah gunanya Danantara Asset Management untuk mengelola BUMN, untuk memastikan BUMN itu sesuai dengan harapan dari Presiden Prabowo, kinerjanya itu,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Perintahkan Pembenahan BUMN
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dipimpin oleh Rosan P Roeslani untuk segera membenahi tata kelola BUMN yang dinilai masih bermasalah.
“Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi, nggak tahu malu, ndableg menurut saya,” kata Prabowo dalam acara peresmian RDMP Balikpapan yang dilansir dari detikFinance, Senin (12/1).
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa direksi dan komisaris BUMN yang tidak setuju dengan penghapusan tantiem diminta untuk segera mengundurkan diri. Ia menyatakan bahwa masih banyak individu kompeten yang siap mengisi posisi tersebut. “Kalau nggak mau, kalau nggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan. Saya percaya, banyak yang siap gantikan,” tegas Prabowo.






