Selebriti

Kondisi Ammar Zoni Memprihatinkan, Dokter Kamelia Ungkap Ketergantungan Narkoba yang Membutuhkan Obat Rutin

Advertisement

JAKARTA – Kondisi kesehatan aktor Ammar Zoni masih menjadi perhatian serius. Kekasihnya, Dokter Kamelia, mengungkapkan bahwa Ammar Zoni masih berjuang melawan ketergantungan narkoba yang berdampak pada fungsi saraf otaknya. Penanganan medis intensif pun terus dilakukan.

Penanganan Medis dan Pengawasan Psikiater

Sebagai tenaga medis, Dokter Kamelia memastikan Ammar Zoni tidak dibiarkan tanpa pengawasan. Aktor berusia 32 tahun itu kini berada di bawah pemantauan langsung seorang psikiater dan diharuskan mengonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin. “Kalau masalah obat, Ammar dalam pengawasan dokter psikiater teman saya. Jadi saya memang tiap seminggu sekali ngasih obat psikiater buat Bang Ammar. Sudah itu saja,” ujar Kamelia saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Dampak Zat Adiktif pada Saraf Otak

Dokter Kamelia menjelaskan bahwa zat adiktif yang pernah masuk ke dalam tubuh Ammar Zoni tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memengaruhi sistem saraf pusat. Hal ini menyebabkan keinginan untuk kembali menggunakan narkoba masih kerap muncul. “Bang Ammar itu kecanduan, dia sakit yang perlu diobati karena ada zat-zat obat-obat itu yang mempengaruhi fungsi saraf otaknya. Jadi masih ada keinginan untuk memakainya,” jelasnya.

Advertisement

Tekanan Psikologis Memperburuk Kondisi

Selain masalah kecanduan, tekanan psikologis akibat persoalan hukum yang berulang juga turut memperburuk kondisi mental Ammar Zoni. “Secara manusiawi itu pasti akan ada stres, ada kekecewaan. Dokter ini memberikan suatu obat untuk penenang,” ungkap Kamelia.

Legalitas Pemberian Obat dan Izin Rutan

Terkait legalitas pemberian obat, Kamelia menegaskan bahwa seluruh proses telah dilakukan sesuai prosedur. Konsultasi dengan psikiater dilakukan secara daring (online) dan telah mendapatkan izin resmi dari pihak rumah tahanan. “Konsultasinya lewat video call dan saya sudah izin dengan Kepala KPR di Rutan. Karena di Rutan itu tidak ada rehabilitasi, tidak ada pengobatan ataupun pemulihan buat penyalahguna narkotika, sehingga diperlukanlah dari luar,” pungkasnya.

Advertisement