Berita

Libur Akhir Tahun, DPR Ingatkan Warga Hindari Jogja yang Diprediksi Sangat Padat

Advertisement

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan destinasi wisata lain selain Yogyakarta saat libur akhir tahun. Prediksi kepadatan wisatawan di Kota Gudeg menjadi alasan utama saran tersebut.

Prediksi Kepadatan Wisatawan di Yogyakarta

Huda menyatakan bahwa informasi mengenai lonjakan wisatawan ke Yogyakarta saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 adalah valid. Ia mengacu pada data dari berbagai situs perjalanan dan penjualan tiket yang menunjukkan tren serupa.

“Iya, saya sudah cek juga, informasi ini valid. Artinya itu sudah dicek dari semua situs perjalanan, mulai penjualan tiket memang mengarah semua ke Jogja,” kata Huda kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, sekitar tujuh juta orang diprediksi akan mengunjungi Kota Yogyakarta selama periode Nataru. Angka ini merupakan bagian dari total 9,38 juta orang yang diperkirakan akan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, seperti dilansir Antara pada Kamis (18/12), menyebutkan bahwa mayoritas pengunjung, sekitar 3,86 juta orang, akan menggunakan kendaraan pribadi. Sementara itu, 3,16 juta orang lainnya akan menggunakan angkutan umum. Kenaikan volume lalu lintas rata-rata diperkirakan mencapai 20 persen dibandingkan hari biasa.

Saran untuk Mengalihkan Perjalanan

Menyikapi prediksi kepadatan tersebut, Huda mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih tujuan wisata.

“Saya kira ini perlu jadi pertimbangan, saya kira bagi para pemanfaat perjalanan Nataru ini untuk saya kira ditunda aja ke Jogja. Saya kira bisa mengambil opsi di kota-kota lain yang tidak kalah dengan Jogja,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat menghindari kota-kota yang diprediksi akan sangat padat demi kenyamanan bersama.

“Karena ini sudah public aware setahu saya dan banyak teman saya juga yang menyampaikan akhirnya nggak jadi ke Jogja karena sudah begitu sangat numpuk memang,” jelasnya.

“Karena itu saya kira mungkin kesadaran yang sama, saya kira juga bisa diambil oleh publik yang lain untuk tidak ke Jogja dulu, mungkin ditunda, dan mengambil opsi lain di kota lain yang mungkin bisa dicek juga potensi kepadatannya yang lebih mungkin, saya kira lebih baik untuk mengalihkan perjalanan,” lanjutnya.

Advertisement

Imbauan untuk Pemudik dan Pegawai BUMN/ASN

Selain saran destinasi wisata, Huda juga menekankan pentingnya pengaturan jadwal perjalanan bagi para pemudik untuk menghindari puncak arus kepadatan.

“Barusan saya cek potensinya memang kayaknya bukan malam ini. Kira-kira masih sebagian. Jadi saya setuju memang dari 119 juta orang yang kemungkinan akan melakukan perjalanan Nataru ini, saya kira memang perlu diatur,” ujar Huda.

Secara khusus, ia meminta pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan perjalanan pada saat puncak arus mudik.

“Saya kira kita bisa mengimbau kepada teman-teman PNS dan pegawai BUMN, untuk tidak melakukan perjalanan di high season ini, terutama malam sampai besok, malam ini atau besok malam,” ujarnya.

Alasan pemberian kelonggaran ini adalah kebijakan pemerintah yang memungkinkan mereka bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) selama musim libur Nataru.

“Karena mereka relatif masih punya waktu, karena kebijakan pemerintah yang memberikan leluasa untuk melaksanakan Work From Anywhere (WFA) itu. Begitu ada penjadwalan yang bagus dari para ASN dan pegawai BUMN, saya kira akan mengurangi perjalanan kepadatan di jalan,” sambungnya.

Perhatian Terhadap Potensi Bencana

Huda juga mengingatkan masyarakat untuk memantau prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya kira ini juga harus menjadi pertimbangan betul teman-teman masyarakat yang akan melakukan perjalanan Nataru ini. Karena misalnya update terakhir ada banjir yang cukup lumayan besar di Cirebon misalnya. Saya kira hari ini, saya kira itu bisa menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan penjadwalan kapan diantisipasi supaya misalnya banjir juga surut,” ucapnya.

Peringatan dini terkait potensi hujan deras dan bencana alam diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyesuaikan rencana perjalanan mereka agar lebih aman dan nyaman.

Advertisement