Kepulauan Talaud – Lima oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) ditahan setelah mengeroyok seorang guru SMK berinisial BS di pelabuhan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Korban yang sedang memancing dilempar ke laut oleh para pelaku.
Pemicu Kesalahpahaman
Peristiwa pengeroyokan terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban, yang mengajar di SMKN Talaud di Melonguane, sedang memancing bersama rekan-rekannya. Menurut tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, situasi terganggu oleh teriakan dan makian dari oknum anggota Lanal yang dalam kondisi mabuk.
“Korban sedang memancing di pelabuhan bersama teman-teman dan merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki,” ungkap Godfried, dilansir detikSulsel, Minggu (25/1/2026).
Korban kemudian menegur para oknum TNI AL tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanan. Namun, teguran itu justru membuat pelaku kesal.
“Tak terima ditegur anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur,” ujar Godfried.
Korban Dilempar ke Laut
Situasi semakin mencekam ketika korban dilempar ke laut oleh para pelaku. “Adalagi korban yang dilempar oleh oknum pengeroyok ke laut. Korban tidak tahu berenang, syukur warga segera menyelamatkan,” tambah Godfried.
Massa Geruduk Mako Lanal
Pengeroyokan tersebut memicu kemarahan warga. Keesokan harinya, Jumat (23/1/2026), massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat adat menggeruduk Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane. Aksi unjuk rasa ini dilaporkan berujung ricuh.
“Saya juga kaget karena tiba-tiba sudah ada gelombang massa. Di sana kami ingin meminta keadilan,” sebut Godfried.
Massa yang berusaha masuk ke Mako Lanal terlibat saling dorong dengan prajurit TNI AL. Sejumlah fasilitas kantor dilaporkan rusak, termasuk pagar dan kanopi.
“Itu kegiatan spontan warga sampai ricuh. Yang rusak itu bangunan di Mako Lanal, yaitu teras place dan pagar karena massa dihalangi untuk masuk sehingga massa merusak pagar,” paparnya.
TNI AL Akui Kesalahpahaman
Menanggapi insiden tersebut, Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyatakan bahwa pengeroyokan dipicu oleh kesalahpahaman. Ia membenarkan perbuatan kelima oknum prajurit tersebut menyebabkan korban luka-luka.
“Benar telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan lima oknum anggota TNI AL dari Lanal Melonguane dengan salah satu warga setempat,” ucap Dery dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).






