Boyolali, Jawa Tengah – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memimpin langsung pembacaan “Deklarasi Boyolali” pada puncak peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026. Acara yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada kemajuan desa di seluruh Indonesia.
Tiga Poin Utama Deklarasi
Deklarasi tersebut memuat tiga poin komitmen utama. Pertama, penegasan pelaksanaan program prioritas presiden demi terwujudnya Asta Cita ke-6. Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program-program strategis seperti swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), dan program prioritas lainnya. Ketiga, penegasan posisi masyarakat desa sebagai aktor utama dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Peran Sentral Desa dalam Pembangunan Nasional
Yandri Susanto menekankan peran sentral dan strategis desa dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, desa selama ini telah menjadi tulang punggung penyediaan bahan pangan, tenaga kerja, serta bahan baku industri lokal yang menopang kebutuhan masyarakat perkotaan dan pembangunan nasional.
“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo kita tumbuhkan dan bangkitkan energi positif kita, Bapak-Ibu,” ujar Yandri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).
Gotong Royong Menuju Desa Mandiri
Lebih lanjut, Yandri mengajak seluruh elemen masyarakat desa untuk bergotong-royong dalam menyukseskan program dan menggali potensi desa. Hal ini penting demi terciptanya iklim ekonomi yang berkelanjutan. Ia meyakini, semangat gotong royong akan meringankan pekerjaan berat, memperkuat persatuan tanpa memandang suku maupun agama, serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
“Hilangkan praduga-praduga yang tidak bermutu dan tidak perlu. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, persatuan, dan kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita yang sangat subur dan makmur. Namun, jika kita tidak bersatu, tidak kompak, dan tidak guyub, kita harus hati-hati,” papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.
Yandri juga menyatakan bahwa program yang dirancang bersama oleh berbagai pemangku kepentingan dan lintas sektor cenderung lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki dukungan yang lebih luas. Pendekatan terkoordinasi ini menjadi kunci untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama. Membangun negeri ini yang begitu luas dengan penduduk yang banyak tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau satu sektor saja,” pungkasnya.
Daftar Pejabat yang Hadir
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:
- Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas
- Menteri Perdagangan, Budi Santoso
- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono
- Wakil Menteri Desa dan PDT, Ariza Patria
- Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus
- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan
- Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono
- Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Bidang Kepemudaan dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad
Selain itu, hadir pula Pimpinan Lembaga Negara seperti Ketua DPD Sultan Bakhtiar Najamuddin, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, JAM Intelejen Reda Manthovani, dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto. Para Gubernur, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, turut serta. Dari lingkungan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, hadir Sekjen Taufik Madjid beserta Pejabat Tinggi Madya dan Pratama.






