Berita

Menjelang Natal, Porter Stasiun Senen Banjir Order dan Raup Cuan Lebih dari Rp 150 Ribu per Hari

Advertisement

Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/12/2025) tampak dipadati oleh calon penumpang yang hendak merayakan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan penumpang ini berbanding lurus dengan peningkatan kesibukan para porter pengangkut barang. Salah satu porter yang merasakan dampak positifnya adalah Solihudin, pria asal Kebumen, Jawa Tengah.

Solihudin mengaku dapat mengangkut barang penumpang lebih dari 10 kali dalam sehari selama periode libur Nataru ini. “Ya alhamdulillah ya 10 kali ada,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Pasar Senen.

Pendapatan Solihudin pun meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Ia menuturkan bisa meraup penghasilan lebih dari Rp 150 ribu per hari. “Ya alhamdulillah kalau sekarang segitu (Rp 150 ribu) ya,” katanya.

Meski demikian, Solihudin menilai keramaian penumpang pada libur Nataru kali ini belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, lonjakan penumpang baru terasa signifikan dalam dua hari terakhir. “Kalau ramainya malah tahun-tahun dulu lebih ramai. Ini baru dua malam, dua hari inilah ada ramai,” ungkapnya.

Advertisement

Ia juga bercerita terkadang mendapatkan tarif yang tidak sesuai harapan dari penumpang. Solihudin mengaku pernah hanya diberi Rp 15 ribu untuk jasanya, padahal tarif resmi di fitur aplikasi e-Porter KAI adalah Rp 38 ribu. “Yang ngasih Rp 15 ribu juga ada. Tadi pagi saya dikasih Rp 15 ribu. Kadang bawa sedikit mau minta lagi gimana kan nggak enak,” tuturnya.

Mengenai sistem kerja, Solihudin menjelaskan bahwa para porter di Stasiun Pasar Senen bekerja dalam sistem shift selama 12 jam. “Ya pokoknya tiap hari Senin itu rolling. Jadi jam 7 sampai jam 7. Jam 7 pagi sampai jam 7 malam, kayak gitu. Nah, dua shift sih,” jelasnya.

Berbeda dengan kebanyakan porter yang mungkin memilih menetap di Jakarta, Solihudin memiliki rutinitas pulang ke Kebumen sebulan sekali untuk bertemu keluarganya. “Kalau saya sebulan sekali pulang. Sebulan sekali di sini, nanti di rumah seminggu atau 10 hari ke sini lagi nengok keluarga di kampung semuanya,” pungkasnya.

Advertisement