Berita

Menkop Ferry: Piazza Firenze Bukti Koperasi Kulit Garut Bisa Maju dan Modern

Advertisement

GARUT, JABAR – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Ferry Juliantono mengapresiasi keberhasilan Piazza Firenze Garut dalam satu tahun terakhir. Ia menilai pusat UMKM kulit premium bergaya Italia di Sukaregang, Garut, ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi mampu mengembangkan industri kulit menjadi maju, modern, dan kekinian.

Piazza Firenze Angkat Kejayaan Kulit Garut

Piazza Firenze Garut, yang digagas desainer Poppy Dharsono, telah bertransformasi menjadi sentra UMKM kulit premium dengan sentuhan Italia. Keberadaannya tidak hanya menghidupkan kembali kejayaan kulit Garut, tetapi juga menempatkannya setara dengan Firenze, Italia, sebagai pusat kerajinan kulit internasional. Tempat ini kini dilengkapi tenant kulit, kuliner, oleh-oleh, workshop, pelatihan, serta menjadi daya tarik wisata baru berkat arsitektur megahnya.

Kesuksesan ini, menurut Ferry, tidak lepas dari peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia yang memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para perajin kulit Garut. “Keberadaan dan peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia ini dalam membangun dan mengembangkan Piazza Firenze, membuktikan bahwa para perajin kulit Garut bisa maju, moderen, dan kekinian dengan berkoperasi,” ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis malam (15/1). Acara tersebut dihadiri oleh pendiri Piazza Firenze Poppy Dharsono, Hariyadi Sukamdani (Spinindo Group), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina.

Produk Kulit Garut Bersaing Standar Dunia

Ferry menambahkan bahwa aneka produk kulit di Piazza Firenze Garut telah menyamai standar produk kulit dunia. “Ini merupakan hasil dari pembinaan dan pendampingan oleh koperasi, serta tentunya dukungan penuh dari Pemkab Garut,” katanya.

Lebih lanjut, Piazza Firenze telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khususnya Garut, dan menjadi destinasi favorit wisatawan. “Buktinya, Piazza Firenze sudah menjadi tempat tujuan favorit para wisatawan saat berkunjung ke Garut,” ungkap Ferry.

Keberhasilan koperasi di Garut dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya ini diharapkan Ferry dapat menjadi contoh bagi daerah lain. “Ini juga membuktikan bahwa koperasi bisa masuk ke segala sektor, terutama sektor produksi dan industri, termasuk industri penyamakan kulit,” jelasnya.

Advertisement

Dukungan Pengolahan Limbah dan Modernisasi Mesin

Menanggapi isu pengolahan limbah dari penyamakan kulit di Garut, Ferry menyatakan pihaknya akan memberikan bantuan teknis. “Bahkan, selain akan membantu pengadaan mesin pengolahan limbah, kita juga mendorong koperasi memodernisasi mesin penyamakan kulit. Tentunya, dengan perkuatan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi,” kata Ferry.

Poppy Dharsono: Fokus Pasar Dalam Negeri

Sementara itu, Poppy Dharsono berharap produk kulit khas Garut dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ia menekankan pentingnya fokus pada pasar dalam negeri yang besar, meskipun proses ekspor memiliki tantangan. “Oleh karena itu, Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para perajin atau artisan di Garut, sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya,” ujar Poppy.

Poppy memastikan bahwa peningkatan kualitas produk kulit Garut tidak akan mengorbankan harga yang tetap terjangkau.

Piazza Firenze Jadi Ikon dan Destinasi Wisata

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menegaskan bahwa Piazza Firenze telah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Garut dan etalase produk kulit berkualitas. “Meski baru berusia satu tahun, Piazza Firenze sudah mampu berjalan dengan baik,” kata Putri.

Piazza Firenze kini menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama dari Jakarta, untuk berburu produk kulit. “Maka, saya berharap agar produk-produk kulitnya dikemas lebih premium dengan kualitas premium pula,” ucap Putri.

Putri menambahkan bahwa industri kulit memiliki potensi besar sebagai supporting system bagi pengembangan sektor pariwisata di Garut.

Advertisement