Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan terus memantau secara intensif perkembangan situasi terkait dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh kelompok bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Koordinasi aktif tengah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Tiongkok.
Koordinasi dan Ketidakpastian Nasib WNI
“Ini kita lagi, satu, memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok,” ujar Menlu Sugiono di gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Rabu (14/1/2026). Ia mengakui bahwa hingga saat ini, nasib kedua WNI yang diculik tersebut belum diketahui secara pasti. Pihaknya sedang berupaya mencari berbagai jalur informasi untuk mengetahui kondisi mereka.
“Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ungkapnya.
Pemantauan Setiap Jam
Menlu Sugiono menegaskan bahwa dirinya memantau laporan mengenai perkembangan situasi ini setiap jam. Ia mengandalkan laporan dari perwakilan Indonesia di Afrika Ondel (AOND) yang juga terus memonitor situasi di lapangan.
“Saya kira perwakilan kita di AOND juga udah terus memonitor situasi ini. saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update,” tuturnya.
Kronologi Awal dan Upaya KBRI
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, telah menerima informasi mengenai insiden pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat. Kelompok penyerang bersenjata dilaporkan menculik 9 dari 12 awak kapal. Tiga awak lainnya, termasuk dua WNI, berhasil selamat dari penculikan dan bertahan di atas kapal hingga akhirnya diselamatkan oleh otoritas setempat yang mengawal kapal menuju Libreville, ibu kota Gabon.
Saat ini, nasib dua WNI yang masih belum diketahui keberadaannya menjadi fokus utama. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde juga telah proaktif meminta informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan para awak kapal yang terdampak, terutama yang berhasil lolos dari penculikan.
KBRI Yaounde terus menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa hak-hak ketenagakerjaan para ABK WNI dan keluarga mereka tetap terpenuhi. “Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” tegas Heni Hamidah, seperti dilansir dari kantor berita Antara.






