Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan kesediaan untuk mencabut sanksi terhadap Rusia. Bidnyi menilai pernyataan tersebut sebagai sikap yang tidak bertanggung jawab dan mengabaikan realitas perang yang sedang berlangsung.
FIFA Pertimbangkan Kembali Rusia
Pernyataan Infantino muncul akhir pekan lalu di London, di mana ia mengungkapkan bahwa FIFA sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan Rusia kembali berkompetisi di kancah sepak bola global. Sanksi terhadap Rusia telah diberlakukan sejak tahun 2022 sebagai respons atas serangan militer ke Ukraina. Infantino berargumen bahwa hukuman yang diberikan tidak efektif dan justru menimbulkan lebih banyak rasa frustrasi serta kebencian. Sebagai langkah awal, FIFA kemungkinan akan mengizinkan Rusia bertanding di level kelompok umur.
Kritik Pedas dari Ukraina
Menanggapi hal tersebut, Bidnyi menyatakan kekecewaannya. “Kata-kata Gianni Infantino terdengar tidak bertanggung jawab, bahkan kekanak-kanakan. Kata-katanya memisahkan sepak bola dari kenyataan yang telah membunuh anak-anak,” ujar Bidnyi, seperti dikutip dari ESPN. Ia menekankan bahwa perang adalah kejahatan, bukan sekadar isu politik.
Bidnyi juga mengingatkan bahwa sejak agresi skala penuh Rusia dimulai, lebih dari 650 atlet dan pelatih Ukraina telah menjadi korban tewas di tangan Rusia. “Perang adalah kejahatan, bukan politik. Rusia-lah yang mempolitisasi olahraga dan menggunakannya untuk membenarkan agresi. Saya sependapat dengan Asosiasi Sepak Bola Ukraina, yang juga memperingatkan terhadap kembalinya Rusia ke kompetisi internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bidnyi menyatakan bahwa selama Rusia terus melakukan kekerasan terhadap warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga, bendera serta simbol nasional mereka tidak pantas berada di tengah komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, integritas, dan permainan yang adil. “Selama Rusia terus membunuh warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga, bendera dan simbol nasional mereka tidak memiliki tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan permainan yang adil,” pungkasnya.
Respons Federasi Sepakbola Rusia
Sementara itu, Federasi Sepakbola Rusia menyambut baik potensi pencabutan sanksi ini. Presiden Federasi Sepakbola Rusia, Alexander Dyukov, pada akhir tahun lalu telah menyatakan optimisme bahwa Rusia dapat kembali berpartisipasi dalam kompetisi resmi tahun ini, sejalan dengan rekomendasi Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Sikap FIFA yang Dipertanyakan
Artikel ini juga menyoroti inkonsistensi sikap FIFA dalam menanggapi berbagai konflik global. FIFA dinilai bersikap tegas terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, namun cenderung diam terhadap isu-isu kemanusiaan lainnya, seperti konflik Israel-Palestina, meskipun banyak desakan untuk menjatuhkan sanksi.
Sumber: 90Menit.ID






