Berita

Mensos Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat dan Penguatan Perlindungan Sosial dengan Bupati Kepahiang

Advertisement

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menerima kunjungan audiensi dari Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, beserta jajarannya di Kantor Kementerian Sosial pada Rabu, 24 Desember 2025. Pertemuan ini berfokus pada dua isu krusial: penguatan perlindungan sosial, khususnya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepahiang.

Dorongan Pembangunan Sekolah Rakyat dan Pengelolaan PBI

Gus Ipul secara tegas mendorong agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kepahiang segera direalisasikan. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan program PBI yang tertib, terkoordinasi, dan disalurkan langsung kepada penerima manfaat. “Ini harus langsung, tidak boleh lewat siapapun. Itu harus dikoordinasikan dengan baik,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemutakhiran data PBI harus dilakukan dengan cermat dan jujur, mencerminkan kondisi riil masyarakat. Tujuannya adalah untuk mencegah timbulnya persoalan di tingkat desa serta menghindari kecemburuan sosial di antara warga.

Potensi Ekonomi Sekolah Rakyat dan Kendala Lahan

Dalam pertemuan tersebut, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepahiang juga menjadi topik pembahasan. Pemerintah daerah telah mengusulkan lahan kepada Kementerian Sosial, namun masih menghadapi kendala terkait akses jalan menuju lokasi yang diusulkan.

Menanggapi hal ini, Gus Ipul menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan kesiapan lahan dan akses yang memadai agar dapat berjalan secara optimal. Ia menambahkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi besar untuk mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

“Kalau Sekolah Rakyat dibangun, ada perputaran ekonomi di daerah. Bukan hanya sekolahnya, tapi dampaknya ke masyarakat sekitar,” kata Gus Ipul.

Advertisement

Gus Ipul menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Tujuannya adalah untuk memastikan program perlindungan sosial dan pendidikan berjalan selaras dengan kondisi dan kebutuhan riil di daerah tersebut.

Harapan Dukungan Pusat dari Pemkab Kepahiang

Menyikapi berbagai program yang dibahas, Zurdi Nata menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk mengelola PBI dengan baik. Ia juga berkomitmen untuk terus mengupayakan realisasi program sekolah rakyat di wilayahnya.

Namun, Zurdi Nata juga menyampaikan keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Ia berharap adanya dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial. “Kemampuan APBD kami terbatas, sehingga kami sangat berharap dukungan dan sinergi dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Sekolah Rakyat di Bengkulu

Sebagai informasi, Provinsi Bengkulu saat ini telah memiliki dua Sekolah Rakyat rintisan. Keduanya adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Bengkulu yang berlokasi di Sentra Dharma Guna Bengkulu, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 14 Kaur yang berada di SMAN 11 Kaur.

Advertisement