Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul melakukan peninjauan langsung ke dapur umum yang didirikan Kementerian Sosial di Kantor Wali Kota Sibolga pada Senin, 22 Desember 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga.
Dapur Umum Kemensos Siap Penuhi Kebutuhan Pangan
Dapur umum yang berlokasi di Kantor Wali Kota Sibolga ini awalnya merupakan inisiatif mandiri warga sejak hari-hari pertama bencana. Kementerian Sosial memberikan dukungan penuh, dan sejak 3 Desember 2025, pengelolaannya telah diambil alih sepenuhnya oleh Kemensos.
Saat ini, dapur umum tersebut mampu memproduksi rata-rata 7.000 bungkus nasi setiap hari. Produksi sempat mencapai puncaknya hingga 9.000 bungkus per hari pada masa awal tanggap darurat, namun kini disesuaikan dengan berkurangnya jumlah pengungsi.
“Apresiasi kepada semua pihak, TNI, Polri, relawan, dan semua yang terlibat di dapur umum bersama Kemensos. Sejak awal kita menyajikan makanan setiap hari, dari 9.000 porsi dan sekarang sekitar 7.000 porsi. Ini akan terus kita lakukan sampai kondisi benar-benar pulih,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Gus Ipul menegaskan komitmen Kemensos untuk terus memastikan ketersediaan suplai makanan bagi para pengungsi dan warga terdampak hingga mereka mendapatkan hunian sementara (huntara).
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Sibolga sehingga hari ini kita bisa menyalurkan tali asih. Selanjutnya, program-program berikutnya akan kita tindaklanjuti. Setiap penyaluran bantuan selalu kita awali dengan proses asesmen,” tambahnya.
Dukungan untuk Dapur Umum Mandiri
Selain dapur umum utama, Kemensos juga memberikan dukungan kepada empat dapur umum mandiri yang tersebar di beberapa titik di Kota Sibolga. Lokasi tersebut meliputi dua titik di Aek Parera, satu titik di Aek Garut, dan satu titik di SMPN 8.
Dapur-dapur umum ini tidak hanya melayani pengungsi di lokasi pengungsian, tetapi juga memasok makanan bagi warga yang rumahnya masih terdampak banjir dan longsor sehingga belum bisa memasak.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Herman Suwito, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif Kemensos sejak awal penanganan bencana.
“Terima kasih kepada Kementerian Sosial yang sejak awal sudah menugaskan personelnya untuk memberikan makanan siap saji bagi penduduk terdampak. Hari ini juga diberikan tali asih kepada para ahli waris,” pungkasnya.
Kunjungan Menteri Sosial ke dapur umum ini dilakukan setelah sebelumnya ia menyerahkan santunan kepada ahli waris dari 54 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga. Penyerahan santunan ini dilakukan setelah proses asesmen yang tuntas dilaksanakan oleh Kemensos bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).






