Cirebon, 16 Januari 2026 – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin langsung kegiatan panen raya ikan Nila, padi, serta menebar ribuan bibit ikan lele di Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bagi narapidana.
Panen Raya Komoditas Unggulan
Dalam acara tersebut, berhasil dipanen ikan Nila seberat 1 ton dari kolam seluas 637 meter persegi. Selain itu, panen padi jenis Inpari 32 dari lahan seluas 13.740 meter persegi menghasilkan 7.000 kg atau 7 ton gabah. Keberhasilan panen ini melibatkan enam warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan premi apresiasi sebesar Rp 640.142 per orang.
Menteri Agus juga secara simbolis melepas 2.800 benih ikan lele berbagai ukuran, terdiri dari 1.500 ekor ukuran 5-7 cm, 1.000 ekor ukuran 7-9 cm, dan 300 ekor jenis Sangkal. Program ketahanan pangan ini tidak hanya berfokus pada padi dan ikan Nila, tetapi juga pengembangan kebun sayuran seperti pakcoy, timur, caisim, kacang panjang, kangkung, terong ungu, sawi, bayam, serta buah melon.
Pemberdayaan Narapidana dan Dukungan Swasembada Pangan
Program Ketahanan Pangan di Lapas Kelas I Cirebon ini menjadi salah satu upaya Kementerian Imipas untuk menanamkan modal kemandirian bagi para narapidana. Melalui program ini, mereka dibekali ilmu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sebanyak enam narapidana juga mendapatkan keterampilan tambahan dalam pembuatan tempe.
Menteri Agus menegaskan bahwa program ini sejalan dengan cita-cita swasembada pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam lapas.
“Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina warga binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto,” jelas Menteri Agus.
Lebih lanjut, Menteri Agus menggenjot kemampuan narapidana di sektor UMKM. Ia memastikan bahwa bengkel-bengkel pelatihan kerja di dalam lapas bukan sekadar formalitas, melainkan sungguh-sungguh diberdayakan untuk mendatangkan keuntungan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan narapidana.
Kegiatan ini juga didukung dengan adanya pelatihan keterampilan membuat tempe bagi enam narapidana, menambah ragam keahlian yang mereka dapatkan di dalam lembaga pemasyarakatan.






