Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjadikan Hari Bakti ke-76 Imigrasi sebagai momentum untuk mendukung Program Hilirisasi Kelapa yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan 20.000 bibit Kelapa Genjah Hibrida kepada Pemerintah Kota Tangerang.
Puluhan ribu bibit kelapa ini rencananya akan didistribusikan oleh pemerintah daerah kepada perangkatnya serta masyarakat luas. Penyerahan dilakukan di Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), Tangerang, pada Selasa (20/1/2026).
Dukungan Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Masyarakat
Menteri Agus menyatakan bahwa penyerahan bibit kelapa ini mencerminkan dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai penting bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Kelapa merupakan komoditas strategis yang bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat jangka panjang,” ujar Menteri Agus dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Menteri Agus menegaskan komitmennya kepada jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk terus memperkuat peran pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada solusi. Ia mengingatkan bahwa pengabdian aparatur negara tidak hanya terbatas pada tugas administratif, tetapi juga mencakup kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan.
Kerja Sama Strategis untuk Hilirisasi Kelapa
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran imigrasi, baik secara tatap muka maupun virtual, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra terkait. Sebelumnya, Kemenimipas telah menyepakati nota kesepahaman dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terkait pengembangan hilirisasi kelapa, yang menegaskan dukungan terhadap program Ketahanan Pangan.
“Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami mendapat dukungan dalam pelaksanaan program hilirisasi kelapa. Kami sudah siapkan 360.700 pohon di seluruh ke Indonesia. Untuk itu, kami sudah siapkan 1.300 hektare lebih lahan. Jika lahan tersebut kurang, kita dapat melibatkan masyarakat dalam penyediaan lahan,” kata Menteri Imipas, Agus Andrianto, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Senin (15/9/2025).
Agus Andrianto juga menyampaikan bahwa Kemenimipas akan memberikan penilaian kepada Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di daerah yang menghasilkan kelapa untuk melakukan pembibitan dan distribusinya. Hal ini bertujuan agar program hilirisasi kelapa dapat berjalan optimal.
“Selain dengan Kementerian PPN/Bappenas, kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pihak lain yang terkait,” tambahnya.
Kerja sama ini juga mendukung Program Hasil Terbaik Cepat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dengan partisipasi banyak pihak, diharapkan program hilirisasi kelapa dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.






