Berita

NasDem Prihatin Penangkapan Maduro oleh AS, Khawatir Ganggu Stabilitas Internasional

Advertisement

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Amelia Anggraini, menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Amelia menilai tindakan tersebut berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian internasional.

NasDem Soroti Risiko Preseden Berbahaya

Menurut Amelia, Indonesia menyampaikan keprihatinan atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan. Ia menilai hal tersebut berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan. Selain itu, tindakan ini juga dinilai dapat melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, sekaligus melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” kata Amelia kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut, Amelia berharap semua pihak yang terlibat mampu menahan diri dan mengedepankan dialog. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.

“Karena itu, semua pihak perlu mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi, menahan diri, dan menempuh dialog, dengan tetap mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, terutama perlindungan terhadap warga sipil,” ucapnya.

KBRI Caracas Pantau Keselamatan WNI

Menyikapi perkembangan konflik di Venezuela, Amelia Anggraini yang juga merupakan Anggota Komisi I DPR meminta agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tersebut. Ia juga mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap eskalasi konflik yang berkembang.

Advertisement

“Terkait pelindungan WNI, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau situasi dan memastikan keselamatan WNI di Venezuela. WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Caracas,” ujarnya.

Latar Belakang Penangkapan Maduro

Penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS merupakan puncak dari tekanan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela. Operasi militer ini diawali dengan serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. Setelah penangkapan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke Amerika Serikat.

AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah dan menuduhnya mendukung kartel narkoba yang bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS terkait penggunaan narkoba ilegal. Sejak September 2025, pasukan AS dilaporkan telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela.

Para ahli hukum menilai aksi militer AS tersebut kemungkinan besar melanggar hukum Amerika Serikat dan hukum internasional.

Advertisement